Alamak! Sedang Hamil, 2 PSK di Semarang Terjaring Razia Satpol PP

Satpol PP Kota Semarang menggelar operasi yustisi berupa razia terhadap pekerja seks komersial atau PSK yang menjamur di jalanan Kota Semarang.

Rabu, 20 April 2022 - 23:59 WIB Editor: Imam Yuda Saputra | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Petugas Satpol PP Kota Semarang mengamankan dua PSK yang terjaring razia, Rabu (20/4/2022) malam. (Solopos.com-Satpol PP Kota Semarang)

Solopos.com, SEMARANG — Sebanyak 12 pekerja seks komersial atau PSK terjaring razia yang digelar Satpol PP Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (20/4/2022) malam. Dari 12 PSK yang terjaring razia operasi yustisi itu, dua di antaranya sedang berbadan dua alias hamil.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, razia PSK yang digelar Satpol PP Kota Semarang itu dilakukan di sejumlah tempat seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Tanjung, Jalan Majapahit atau yang populer dikenal dengan kawasan prostitusi Tanggul Indah (TI), dan Jalan Kalibanteng.

Ketika diamankan, para PSK ini sempat melakukan perlawanan. Mereka bahkan ada yang berteriak sambil menangis. Meski demikian, mereka akhirnya pasrah karena jumlah Satpol PP Kota Semarang yang diterjunkan cukup banyak.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan operasi yustisi berupa razia PSK itu dilakukan dalam rangka menegakkan Perda Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.

Baca juga: Kena Razia Satpol PP, Begini Dalih Seorang PGOT Kota Semarang

“Kami menerima banyak aduan warga terkait menjamurnya praktek prostitusi, dengan beroperasi PSK di jalanan. Padahal ini masih bulan Ramadan. Akhirnya, kami tindaklanjuti aduan masyarakat itu,” jelas Fajar, melalui pesan singkat kepada Solopos.com, Rabu tengah malam.

Fajar menambahkan operasi yustisi berupa razia PSK ini digelar mulai pukul 20.20 WIB hingga 21.40 WIB. Dari 12 PSK yang diamankan, lima di antaranya berasal dari luar Kota Semarang.

“Ke-12 PSK ini akan kami kirim ke Panti Sosial Wanito Utomo di Kota Solo. Di sana mereka akan mendapat pembinaan dan pelatihan selama tiga bulan,” ujarnya.

Fajar mengimbau kepada PSK yang terjaring razia untuk tidak lagi menjalankan praktik prostitusi. Pihaknya pun tidak akan segan-segan melakukan penertiban sebagai upaya mewujudkan Kota Semarang yang bebas prostitusi.

Baca juga: Panik! 21 PSK di Semarang Diciduk Satpol PP, Ada yang di Hotel

Sementara itu seorang wanita yang terjaring razia mengaku melakoni profesi PSK tersebut karena tuntutan kebutuhan ekonomi. Ia pun rela menjual tubuhnya kepada lelaki hidung belang kendati tengah berbadan dua, atau hamil.

“Yang jelas saya kerja jadi PSK karena tuntutan ekonomi, terutama untuk biaya lahiran anak saya yang kelima. Anak saya sudah empat,” ujar perempuan berusia 37 tahun itu.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE jateng Gegara Baling-Baling Perahu Nyangkut Tali, Nelayan Rawa Pening Meninggal Dunia 1 menit yang lalu

HEADLINE jateng Pj Wali Kota: Layanan Kesehatan RSUD Salatiga Harus Maksimal dan Lebih Ramah 1 menit yang lalu

HEADLINE jateng Intiyas Utami, Serba Pertama dari Guru Besar hingga Rektor Perempuan di UKSW 1 jam yang lalu

HEADLINE jateng Banjir Bandang Akibatkan 1 Orang Meninggal dan 146 Warga di Pati Dievakuasi 2 jam yang lalu

HEADLINE jateng Cabul! Pria di Tegal Rudapaksa Bocah Perempuan saat Tidur 9 jam yang lalu

HEADLINE jateng Seharian Hujan Lebat, 3 Kecamatan di Pati Tergenang Banjir Bandang 11 jam yang lalu

HEADLINE jateng Resmi! Intiyas Utami Jabat Rektor UKSW 2022-2027 11 jam yang lalu

HEADLINE jateng Foto Sosok Dheo Daffa, Pembunuh Keluarga di Magelang Beredar di Medsos 17 jam yang lalu

HEADLINE jateng Ternyata! DD Magelang Beri Dawet Campur Racun ke Orang Lain Selain Keluarga 17 jam yang lalu

HEADLINE jateng Dampak Perang Rusia, Ekspor Udang Cilacap ke Eropa Drop 18 jam yang lalu

HEADLINE jateng Baznas Susun Strategi Entaskan Kemiskinan dengan Zakat di UIN Semarang 19 jam yang lalu

HEADLINE jateng UMK Kudus 2023 bakal Naik 6,5%, Jadi Rp2,5 Juta 19 jam yang lalu

HEADLINE jateng Tidak Hanya Arsenik, Anak Bunuh Keluarga di Magelang Juga Pakai Racun Lain 20 jam yang lalu

HEADLINE jateng UMP Jateng 2023 Naik 8,01%, UMK Pekalongan Masih Misteri 20 jam yang lalu

HEADLINE jateng Polisi Dalami Motif Lain Anak Bunuh Keluarga di Magelang dengan Racun 21 jam yang lalu