Akses Sulit, Pembersihan Material Longsor di Madiun Dilakukan Secara Manual
Warga dan petugas bergotong royong untuk membersihkan material longsoran yang menimbun jalan di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Senin (15/2/2021). (Istimewa/Polres Madiun)

Solopos.com, MADIUN-- Bencana longsor dan banjir bandang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Madiun, Minggu (14/2/2021). Puluhan rumah di tiga kecamatan yaitu Gemarang, Saradan, dan Kare rusak akibat bencana tersebut.

Selain merusak rumah,  longsor yang terjadi di tiga kecamatan tersebut pun merusak dan menutup akses jalan desa di beberapa lokasi.

Untuk membersihkan material longsoran dan lumpur yang terbawa saat banjir bandang, puluhan sukarelawan dari kepolisian, TNI, BPBD, serta masyarakat bergotong royong, Senin (15/2/2021).

Baca Juga: 26 Korban Longsor Nganjuk Dievakuasi, 9 Orang Meninggal

Material longsoran yang menimpa rumah serta jalanan dibersihkan seperti di Desa Cermo, Kecamatan Kare, jalan penghubung antara Tritisan-Cermo tertutup material longsoran.

Pembersihan dilakukan secara manual karena alat berat tidak bisa masuk ke lokasi. Hal ini karena akses jalan yang sempit dan medan yang curam. Pembersihan longsoran menggunakan alat seadanya seperti cangkul dan sekop.

Kapolres Madiun, AKBP Bagoes Wibisono, mengatakan kerja bakti dilakukan untuk membersihkan rumah dan jalan yang terdampak tanah longsor dan banjir.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Senilai Rp916 Miliar Di Pacitan

Pembersihan ini untuk membuka akses jalan yang sempat terputus karena tertimbun material longsoran. Selain itu juga membantu warga yang rumahnya rusak karena tertimpa longsor dan diterjang banjir.

“Bencana alam berupa tanah longsor dan banjir terjadi di beberapa titik di wilayah Gemarang, Kare, dan Saradan. Kerja bakti pagi ini dilakukan untuk mmebantu masyarakat,” kata dia.

Bagoes mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir untuk selalu waspada. Mengingat dalam beberapa hari terakhir hujan turun dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Jembatan Kedungwaduk Sragen Ambyar Diterjang Banjir

“Kami mengajak seluruh masyarakat Madiun agar sigap dan meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi dan kondisi di musim penghujan ini guna mencegah risiko adanya korban jiwa maupun kerusakan materi,” kata Bagoes.

Kapolres berpesan kepada masyarakat yang sedang berada dalam perjalanan supaya mencari tempat aman saat hujan turun. Dia mengimbau supaya masyarakat tidak berlindung di bawah pohon karena rawan tumbang saat terkena angin dan petir.



Berita Terkini Lainnya








Kolom