26 Korban Longsor Nganjuk Dievakuasi, 9 Orang Meninggal
Ilustrasi alat berat dikerahkan untuk mencari korban longsor. (Antara)

Solopos.com, SURABAYA-- Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya merilis sepanjang Senin telah mengevakuasi sebanyak 26 orang korban yang tertimbun longsor di Nganjuk, Jawa Timur.

Kepala Kantor SAR Surabaya Hari Adi Purnomo menyebut sembilan korban di antaranya dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

"Sementara jumlah korban selamat yang berhasil kami evakuasi dari timbunan longsor sebanyak 17 orang," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan di Surabaya, Senin (15/9/2021) malam seperti dilansir Antaranews. Dengan begitu, Hari mengungkapkan jumlah korban yang belum ditemukan sebanyak 10 orang.

Baca Juga: Heboh Pocong Dikejar Anjing, Videonya Terekam CCTV

Bencana longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi pada Minggu (14/2/2021) yang terjadi sekitar pukul 15.00 sampai 19.00 WIB, mengakibatkan tebing longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, pada pukul 18.00 WIB.

Kantor SAR Surabaya mengumumkan nama-nama korban longsor Nganjuk yang ditemukan meninggal dunia dua orang di antarnya berusia di bawah lima tahun (balita), yaitu Putra dan Nendra. Tujuh orang lainnya dewasa, yaitu Umi, Yatemo, Parmiati, Friska Amelia, Sri Utami, dan Khasanah.

"Satu lagi korban meninggal dunia usia dewasa bernama Fatim. Sebenarnya saat dievakusi dalam kondisi selamat. Namun, kemudian meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Nganjuk," ucap Hari.

Sementara 10 orang yang masih dinyatakan hilang masing-masing bernama Muryanto, Yono, Yatini, Darimun, Muryam, Sunarsih, Prasetyo, Rama, Dimas, dan Rehan.

Baca Juga: Klaster Kegiatan Ibadah Di Jangkaran Meluas, Penderita Jadi 57 Orang

Akses Sulit

Kantor SAR Surabaya mengerahkan sebanyak dua tim untuk membantu upaya pencarian.

Hari menjelaskan sebanyak dua tim operasi yang beranggotakan 15 orang penyelemat dari Kantor SAR Surabaya dan Pos SAR Trenggalek dikerahkan ke lokasi longsor dengan sejumlah peralatan SAR pendukung.

"Selain personel penyelamat dan penolong terlatih, Kantor SAR Surabaya juga mengerahkan satu unit alat berat berupa excavator untuk mempermudah upaya pencarian terhadap para korban tanah longsor yang belum ditemukan," katanya.

Baca Juga: Kabinet Pasoepati Yang Baru Diminta Tak Bikin Program Muluk-Muluk

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya I Wayan Suyatna menandaskan dalam upaya pencarian para korban yang dinyatakan hilang, personel tim SAR gabungan dibagi menjadi dua unit penyelamat dan pencarian (SRU).

"Unit SRU pertama melakukan pencarian secara manual dengan menggunakan sejumlah peralatan pendukung, mesin pompa air Alkon, sekop, dan cangkul. Unit SRU kedua melakukan pencarian dengan menggunakan ekskavator," katanya.

Menurutnya, sejumlah kendala yang dihadapi tim SAR gabungan saat melakukan upaya pencairan korban, di antaranya cukup sulitnya akses jalan untuk alat berat menuju ke lokasi. Selain itu, lokasi tanah longsor cukup curam dan masih ada retakan di sekitar lokasi.



Berita Terkini Lainnya








Kolom