Ada yang Beda Dalam Pelantikan 266 Pejabat Pemkab Klaten

Bupati Klaten, Sri Mulyani, membuat acara pelantikan 266 pejabat pada Sabtu (26/3/2022) berbeda dari biasanya. Ia ingin mengangkat produk lokal unggulan Klaten.

Sabtu, 26 Maret 2022 - 17:45 WIB Penulis: Taufiq Sidik Prakoso Editor: Kaled Hasby Ashshidiqy | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Pejabat di lingkungan Pemkab Klaten mengikuti pelantikan dan pengangkatan sumpah janji di Pendopo Pemkab Klaten, Sabtu (26/3/2022). Mereka mengikuti pelantikan mengenakan beskap lurik. (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Sebanyak 266 pejabat Pemkab Klaten dilantik pada Sabtu (26/3/2022). Berbeda dengan pelantikan sebelumnya, kali ini para pejabat yang dilantik mengenakan lurik dan blangkon.

Biasanya, pelantikan dilakukan dengan para pejabat mengenakan jas serta berpeci untuk laki-laki. Pelantikan dan pengambilan sumpah janji pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, dan penugasan kepala SD dan TK itu dilakukan di Pendapa Pemkab Klaten.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Klaten, Slamet, mengatakan mayoritas pejabat yang dilantik yakni kepala SD yang mencapai 257 orang.

Slamet menjelaskan ada proses yang harus dilalui para pejabat itu sebelum dilantik. Seperti proses seleksi di Dinas Pendidikan bagi calon kepala SD dan ada rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). “Prosesnya untuk kepala SD panjang. Melalui ujian kepala sekolah dan pembahasan tim seleksi calon kepala sekolah yang di dalamnya ada Dewan Pendidikan sesuai dengan Peraturan Mendikbudrsitekdikti,” kata Slamet.

Baca Juga: Rawa Jombor Direvitalisasi, Di Mana Lokasi Karamba Warga?

Terkait lurik yang dikenakan para pejabat pada pelantikan kali ini, Slamet menjelaskan ini dimaksudkan untuk mengangkat produk lokal Klaten. “Seperti diketahui lurik ATBM [alat tenun bukan mesin] merupakan produk lokal Klaten. Ini dimaksudkan untuk mengangkat potensi ekonomi lokal. Ini hal penting bagi ASN sebagai motor penggerak untuk cinta produk lokal,” ujar dia.

Sengaja Dibikin Beda

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan pakaian pada pelantikan pejabat kali ini sengaja dibuat berbeda dibandingkan pelantikan pada biasanya. Dia menjelaskan cara tersebut dilakukan untuk mengangkat lurik sebagai salah satu produk khas Klaten.

“Saya ingin berbeda dengan pelantikan kali ini mengenakan baju lurik, baju beskap lengkap, walau bawahannya mengenakan celana panjang [untuk laki-laki]. Ini potensi unggulan Klaten dan sebenarnya ini [menggunakan produk lurik asli Klaten] sudah dimulai selama bertahun-tahun,” urai Mulyani saat menyampaikan sambutan.

Baca Juga: Harta Bupati Klaten Rp10 M, Mobil Cuma 3 Tapi Punya Lahan di Mana-Mana

Sri Mulyani menyentil beberapa ASN yang nekat tak mengenakan lurik. “Undangannnya jelas. Bapak ibu guru tertib dan disiplin memenuhi undangan untuk mengenakan lurik. Tak delok-delok enek le ra nganggo lurik. Ora duwe lurik apa ora seneng lurik aku ra ngerti,” kata dia.

Lebih jauh Bupati mengatakan pelantikan ini untuk mengisi banyaknya kekosongan kepala sekolah. Ia berharap kepala SD yang dilantik bisa melahirkan inovasi. “Pandemi yang selama ini dialami telah mengubah cara belajar siswa dan cara mengajar guru. Proses pembelajaran jarak jauh yang dilakukan dalam waktu yang cukup lama, membuat siswa terlalu nyaman belajar secara daring. Ini merupakan tugas bapak-ibu kepala sekolah yang baru dilantik untuk menghasilkan terobosan, inovasi, agar anak-anak kembali semangat dan ceria mengikuti pembelajaran tatap muka,” kata dia.

Selain kepala sekolah, ada juga pelantikan pejabat eselon II dan III. Sunarna yang sebelumnya menjabat Kepala Bappeda kini dilantik sebagai Kepala Disdukcapil. Kemudian Pandu Wirabangsa dilantik sebagai Sekretaris Bappeda, Anggit Budiarto menjabat Sekretaris Dinkes, Anwar Shodiq menjabat Sekretaris DPUPR, Sri Purwanto menjabat Kabag Pembangunan, serta Fadzar Indriawan menjabat Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Wah! Selvi Ananda Gibran Ternyata Suka Musik UK Drill, Pernah Dengar? 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Walah! Belanja Susu dan Telur Wong Boyolali Hanya Rp30.452/Bulan 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sidak Konser Dream Theater di Stadion Manahan, DPRD Solo Dibuat Heran 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Pengin Basah-Basahan? Ini Dia Objek Wisata Air Pilihan di Karanganyar 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Ada 2 Calon Tersangka Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo, Siapa Saja? 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Mau Gelar Pilkades, Tapi Desa di Karanganyar Ini Belum Selesaikan LPj 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Ini Peran Penanam Modal Swasta di Klaten saat Zaman Hindia Belanda 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya 16 Parpol Ikut Sosialisasi KPU Sukoharjo, Siapa Saja yang Datang? 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Ini Hasil Seleksi Administrasi 8 Calon Sekda Sragen 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Dream Theater Konser di Solo, Segini Pendapatan yang Masuk ke Pemkot 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya APBD Perubahan 2022 Sragen Defisit Sampai Rp511 Miliar 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Daerah Klaten Ini Pernah Jadi Permukiman Eropa dan Tionghoa, Sekarang? 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Eks Bupati Untung Wiyono Punya Warung Soto Binaan, Harganya Merakyat 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kasus Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo, Sudah 12 Saksi Diperiksa Polisi 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kerap Temukan Pelanggaran Netralitas ASN, Ini Upaya Bawaslu Klaten 3 jam yang lalu