Ada Gejala Pneumonia, Jasad Warga Teloyo Klaten Ditangani Sesuai Protokol Pemakaman Covid-19
Pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19. (Antara/Muhammad Adimaja)

Solopos.com, KLATEN -- Seorang warga Teloyo, Kecamatan Wonosari, Klaten, berinisial S, 57, meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) siang dan dimakamkan sesuai protokol pemakaman jenazah Covid-19.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, S meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) dr Oen Solo Baru, Sukoharjo. S diketahui pernah bepergian ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada Rabu pagi, S mengalami sesak napas dan langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS dr Oen Solo Baru, Sukoharjo. Namun, S meninggal dunia siang harinya sebelum tim medis sempat mengambil sampel swab tenggorokan.

Sempat Ditolak Pulang, Pelaku Perjalanan Dari Amerika Nginap di Balai Desa Karangjati Sragen

Tim medis belum bisa menyimpulkan apakah S terpapar Covid-19 atau tidak. Sebelum mengalami sesak napas, S diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Sesaat sebelum meninggal, S juga mengalami gejala pneumonia. Selanjutnya, S dimakamkan di tempat permakaman umum (TPU) Teloyo, Wonosari, Klaten. Pemakaman S di Klaten dilakukan sesuai protokol penanganan jenazah Covid-19.

Jenazah dibungkus plastik, peti mati disemprot cairan disinfektan, dan lainnya. Tim medis yang memakamkan S juga mengenakan pakaian Hazmat.

Disuruh Belajar Di Rumah, Puluhan Pelajar Ngawi Malah Konvoi Ke Karanganyar

“Kami sudah berkoordinasi dengan RS di Solo Baru. Penanganan memang dilakukan sesuai prosedur infeksius [pemulasaraan jenazah]," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, kepada wartawan di kantornya, Kamis (9/4/2020).

Annggit menegaskan hal itu perlu dilakukan meskipun almarhum S belum diketahui pasti apakah termasuk orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), atau sudah terkonfirmasi positif corona. "Pemakaman dengan cara seperti itu untuk memastikan semuanya aman,” lanjut dia,

Sempat Muncul Gejolak

Anggit mengakui pemakaman S di Desa Teloyo, Klaten, yang sesuai protokol pemakaman jenazah pasien Covid-19 itu sempat membikin gejolak di tengah masyarakat.

Telanjang di Sajadah, Mayat di Banyuanyar Solo Keluarkan Cairan Cokelat

Namun suasana di Teloyo langsung kondusif setelah tenaga kesehatan bersama aparat keamanan mengedukasi masyarakat bahwa pemakaman S sudah sesuai prosedur.

“Sebenarnya, semuanya belum mengetahui apakah almarhum S ini terkena virus corona atau tidak. Tapi sekali lagi, pemakamannya memang harus dilakukan seperti itu," jelas dia.

Anggit menilai pemulasaran jenazah warga Teloyo, Klaten, yang sesuai protokol pemakaman jenazah Covid-19 sudah dilakukan dengan baik. "Saya jamin, semuanya sudah baik,” katanya.

Belum Jadi Tersangka, Pelaku Penipuan Ojol Purwokerto-Solo Dirawat Di RS

Setelah pemakaman S, Anggit Budiarto mengatakan petugas Dinas Kesehatan langsung melakukan tracing. Selain seorang anak dan istri S, Dinkes Klaten juga memeriksa kesehatan empat teman dekat S.

Keempat teman dekat itu disinyalir pernah kontak fisik dengan S saat masih hidup. “Hari ini kami akan analisis anak dan istrinya. Sedangkan keempat temannya dengan kesadaran sendiri bersedia memeriksakan kesehatannya di rumah sakit swasta di Klaten,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom