Ada 34 Kasus Positif Covid-19, Colomadu Tertinggi di Karanganyar
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, KARANGANYAR--Total kasus Covid-19 di Kecamatan Colomadu paling banyak apabila dibandingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Karanganyar.

Data yang dihimpun Solopos.com dari akun resmi instagram Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, total kasus Covid-19 di Kecamatan Colomadu mencapai 34 kasus. Dari jumlah itu, 20 kasus dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Selain itu, 13 kasus masih dalam proses perawatan dan satu kasus meninggal karena terkonfirmasi positif Covid-19. Kasus Covid-19 di Kecamatan Colomadu sudah merata terjadi di 11 desa di kecamatan tersebut.

Tren Pelanggaran Lalu Lintas di Jateng Turun, Surat Tilang Naik

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Colomadu sekaligus Camat Colomadu, Eko Budi Hartoyo, mengakui wilayahnya berada di perbatasan sejumlah kabupaten/kota sehingga mobilitas masyarakat cukup tinggi.

"Nggonku perlintasan. Banyak yang melirik lokasi di Colomadu untuk tempat tinggal. Jadi untuk permukiman strategis. Orang mencari tempat seperti itu," kata Eko saat berbincang dengan wartawan di kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Karanganyar, Kamis 23/7/2020).

Kali terakhir, Rabu (22/7/2020), tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kecamatan Colomadu. Di sisi lain, Kecamatan Colomadu mencatatkan kesembuhan lima pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19.

Surprise! Pelajar SMKN 1 Karanganyar Dihadiahi Laptop saat HAN

Tetapi, pada Selasa (21/7/2020), Kecamatan Colomadu mencatatkan tambahan empat kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu, satu orang juga dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada Selasa.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono, beberapa waktu lalu menyampaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar didominasi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis. Tidak terkecuali kasus Covid-19 di Kecamatan Colomadu.

"Kasus [terkonfirmasi positif Covid-19] di Colomadu itu rata-rata nakes dan tenaga medis. Mereka ada yang KTP di luar Karanganyar, tetapi tinggal di Colomadu. Kami kan tetap harus memerhatikan kondisi mereka. Ada juga yang memang sudah ber-KTP Karanganyar," ujar dia.

Hanya 4 Menteri Berkinerja Baik, Pelaku Usaha Dorong Reshuffle Kabinet

Oleh karena itu, Eko mengambil sejumlah tindakan strategis. Dimulai dari mendata jumlah nakes dan tenaga medis di Colomadu. Pendataan bekerja sama dengan puskesmas setempat.

"Ada 599 orang nakes dan tenaga medis di Kecamatan Colomadu. Itu mereka yang tinggal di Kecamatan Colomadu. Saya tidak melihat mereka mengantongi KTP mana. Basis data berdasarkan domisili," ujar dia.

 

 

Razia Masker

Pendataan tersebut bertujuan mengetahui kondisi di Colomadu selama pandemi Covid-19. Menurut Eko, nakes dan tenaga medis adalah garda terdepan selama pandemi Covid-19. "Kami ambil sisi positif. Sing lara dikarantina dan taat karena mereka ahli di bidang itu. Yang sehat juga kami pantau. Masih ada berapa kekuatan. Ini upaya kami mengetahui kondisi mereka," tutur dia.

Tangkal Virus Corona, Dosen Undip Ciptakan Alat Sterilisasi Udara

Selain mendata nakes dan tenaga medis, Kecamatan Colomadu juga rutin menyemprotkan disinfektan di lingkungan kantor setiap Kamis. Perihal pembatasan pelayanan di kantor kecamatan, Eko mengaku belum berpikir mengambil kebijakan itu. Tetapi apabila diperlukan dengan pertimbangan situasi dan kondisi, pihaknya dapat mengambil keputusan untuk membatasi pelayanan.

"Strategi lain, kami mau mengedukasi masyarakat untuk wajib mengenakan masker. Kami akan menggelar razia masker di Jl. Adisucipto, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Colomadu dan sekitar De Tjolomadoe. Sasaran kami pengendara dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi tersebut," tutur dia.

Pemerintah Kecamatan Colomadu menyiapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker saat razia tersebut berlangsung. Dia berharap masyarakat semakin peduli terhadap protokol kesehatan Covid-19. "Hukuman yang bisa diingat sehingga dia kalau mau tidak pakai masker bakalan malu lalu pakai masker. Misalnya nyanyi, hafalan Pancasila, njoget, push up. Yang intinya adalah mengedukasi."



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom