9 Bus Sugeng Rahayu di Kota Solo Dilempari Batu Orang Misterius, 1 Sopir Terluka
Bus Sugeng Rahayu yang menjadi korban teror pelemparan batu di Kota Solo, Jumat (10/1/2020). (Ichsan Kholif Rahman/Solopos)

Solopos.com, SOLO – Teror pelemparan bus kembali terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis-Jumat (9-10/1/2020) dini hari. Teror yang menyasar sembilan bus Sugeng Rahayu itu melukai seorang sopir bernama Hariyadi.

Hariyadi, 33, mengatakan busnya dilempar batu oleh orang misterius saat melintas di Jl. Ahmad Yani Solo, sekitar Taman Balekambang, saat melintas dari arah barat menuju ke Terminal Tirtonasi, Jumat (10/1/2020). Kejadian nahas itu terjadi Jumat pagi sekitar waktu subuh saat Kota Solo diguyur gerimis.

Bus Sugeng Rahayu yang dikemudikan Hariyadi dilempar batu di bagian kaca oleh orang misterius yang mengendarai sepeda motor matik dari arah berlawanan. Pecahan kaca depan bus tersebut melukai Hariyadi di bagian mata dan bibir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalis Solopos, Ichsan Kholif Rahman, di lapangan, belum diketahui pasti motif pelaku teror pelemparan batu yang menyasar bus Sugeng Rahayu tersebut. Namun, Hariyadi menduga pelaku menyimpan dendam.

Menurut Hariyadi, teror tersebut sempat melukai seorang penumpang di bus Sugeng Rahayu lainnya. Total, ada sembilan bus Sugeng Rahayu yang menjadi sasaran teror.

Sebanyak empat bus dilempari batu pada Kamis (9/1/2020) dini hari. Dua bus terkena lemparan batu di bagian bodi. Sementara dua lainnya mengalami kerusakan di kaca depan akibat lemparan batu tersebut.

Sementara pada Jumat dini hari tercatat ada lima bus yang menjadi sasaran teror. Dua bus terkena lemparan batu di bagian bodi. Sementara tiga lainnya mengalami kerusakan di bagian kaca depan.

Flyover Purwosari Solo: Disepakati, Ini Jalur Pengalihan Truk dan Bus AKAP dari Wonogiri

Teror pelemparan batu yang menyasar bus Sugeng Rahayu itu terjadi di sejumlah titik di Kota Solo. Mulai dari kawasan Jebres di Panggung Motor dan Jl. Monginsidi, Jl. Ahmad Yani, Kerten, hingga Pabelan, Sukoharjo.

Menurut Hariyadi yang merupakan warga Desa Palur, Kecamatan Kebonsari, Madiun, Jawa Timur, pelaku teror tersebut kemungkinan sama. Namun, ada beberapa sopir yang melihat pelaku teror berboncengan.

Saat ini, Hariyadi sudah berobat dan mengadukan teror pelempaan batu tersebut ke pihak Polresta Solo. Dia mengimbau sopir bus lainnya waspada terhadap teror tersebut.

Adapun bus Sugeng Rahayu yang dikemudikan Hariyadi masih berada di Terminal Tirtonadi Solo. Sementara delapan bus lainnya sudah bergerak ke Surabaya dan Jogja.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom