81 Bidang Tanah Tergusur Tol Solo-Jogja, Desa di Klaten Lakukan Ini
Patok proyek jalan tol Solo-Jogja terpasang di tepi persawahan wilayah Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kamis (30/7). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Sedikitnya 81 bidang tanah di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten terdampak pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

Pemerintah desa setempat kini berupaya menyiapkan tempat untuk merelokasi keluarga tergusur pembangunan tol. Pihak desa sudah menentukan tempat relokasi, yakni di tanah kas Desa Kranggan.

Kepala Desa (Kades) Kranggan, Gunawan Budi Utomo, mengatakan puluhan bidang tanah itu terdiri atas perumahan, tanah pekarangan, serta sawah.

Darurat Sinyal, 20 Desa di Wonogiri Masuk Kategori Susah Sinyal Parah

“Jumlah warga terdampak ada 112 keluarga. Dari data riil yang lama dan baru jumlahnya berbeda. Awalnya ada 93 keluarga, namun setelah riil di lapangan ada pematokan itu ternyata ada 112 keluarga,” jelas Gunawan saat ditemui wartawan di sela sosialisasi dan konsultasi publik pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Solo-Jogja di desa setempat, Selasa (4/8/2020).

Dia menjelaskan ada tanah kas desa dengan luas sekitar 15.000 meter persegi yang bakal tergusur proyek jalan tol. Selain itu, ada makam, satu musala, serta satu masjid yang ikut terdampak pembangunan tol Solo-Jogja di Klaten.

Megawati Mendadak Panggil Gibran ke Jakarta Siang Ini, Ada Apa?

Warga Satu RT Tergusur Tol

Berdasarkan dokumen rencana pembangunan tol, permukiman di dua RT di desa tersebut bakal tergusur. “Dua RT itu yakni RT 014/RW 005 dan RT 009/RW 004. Di RT 014 itu ada sekitar 15 rumah sementara di RT 009 ada 23 rumah [bakal tergusur pembangunan jalan tol],” ujar Gunawan.

Wilayah satu RT yang seluruh rumah warganya bakal tergusur proyek tol Solo-Jogja di Klaten yakni di RT 014. “Sementara di RT 009 separuhnya [warga di RT itu] kena,” urai dia.

Gunawan mengatakan salah satu kendala khususnya warga di RT 009 yakni soal tempat tinggal. Warga meminta tempat relokasi tidak di luar Desa Kranggan.

Apa itu Amonium Nitrat yang Mengguncang Beirut Lebanon

“Mintanya relokasi di tanah kas desa. alasannya di satu sisi memang pertimbangan nilai historis [Kranggan menjadi tanah kelahiran]. Mayoritas warga di RT tersebut merupakan penduduk asli,” tutur dia.

Terkait hal tersebut, Gunawan menjelaskan pemerintah desa berencana mengajukan izin ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memanfaatkan lahan tanah kas desa yang berada di zona kuning sebagai tempat relokasi permukiman warga terdampak jalan tol.

Luas tanah kas desa yang disiapkan sekitar 2.000 meter persegi. “Seandainya mendapatkan izin dari Kementerian, kami akan relokasi ke sana [tanah kas desa]. Kami baru secara lisan konsultasi ke Dispermasdes. Karena juga belum tahu kepastiannya [apakah terdampak proyek tol atau tidak],” tutur dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom