71 Jalak Bali Penangkaran Klaten Dilepasliarkan ke Pulau Dewata

Sesuai Permenhut No P.19/Menhut-II/2005 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar, penangkar wajib mengembalikan minimal 10 persen dari hasil penangkaran habitat alam.

 Sebanyak 71 Jalak Bali dari para penangkar Jalak Bali di Klaten disiapkan untuk dilepaskan ke habitat alaminya di Bali Barat, Rabu (1/12/2021). Penyerahan puluhan Jalak Bali itu ke BKSDA Jawa Tengah dilakukan para penangkar di kantor Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Klaten. (Solopos.com/ Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Sebanyak 71 Jalak Bali dari para penangkar Jalak Bali di Klaten disiapkan untuk dilepaskan ke habitat alaminya di Bali Barat, Rabu (1/12/2021). Penyerahan puluhan Jalak Bali itu ke BKSDA Jawa Tengah dilakukan para penangkar di kantor Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Klaten. (Solopos.com/ Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah melakukan restocking 71 burung Jalak Bali ke Taman Nasional Bali Barat. Puluhan burung itu merupakan hasil penangkaran dari 24 pemegang izin penangkaran Jalak Bali di Klaten.

Sesuai Permenhut No P.19/Menhut-II/2005 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar, penangkar wajib mengembalikan minimal 10 persen dari hasil penangkaran habitat alam. Persiapan pelaksanaan restocking dilakukan di Kantor Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Rabu (1/12/2021).

Para penangkar yang secara sukarela mengembalikan sebagian Jalak Bali yang mereka tangkarkan menerima piagam penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca Juga: Tabrak Tembok Jl. Asrama Haji-Gagaksipat, 2 Pengendara Motor Meninggal

Kepala BKSDA Jawa Tengah, Darmanto, mengatakan puluhan satwa itu tiba di Bali pada 3 Desember 2021. Tak hanya kali ini restocking jalak bali dilakukan.

“Selama empat tahun ini, sekitar 180 ekor Jalak Bali yang sudah dikembalikan ke alamnya. Ini nanti dikembalikan ke sana dan di sana dilakukan penanganan dan karantina. Sebelum diberangkatkan sudah dilakukan tes kesehatan hewan, sampai di sana dilakukan pemeriksaan dan dimasukkan dalam kandang karantina dan dilatih sebelum dikembalikan ke alam,” kata Darmanto.

Darmanto mengatakan sudah menjadi kewajiban para penangkar mengembalikan 10 persen dari hasil Jalak Bali yang mereka tangkarkan ke alam. Pelepasliaran Jalak Bali harus dilakukan di Bali lantaran habitat satwa tersebut hanya ada di Bali Barat.

 

Sebanyak 71 Jalak Bali dari para penangkar Jalak Bali di Klaten disiapkan untuk dilepaskan ke habitat alaminya di Bali Barat, Rabu (1/12/2021). Penyerahan puluhan Jalak Bali itu ke BKSDA Jawa Tengah dilakukan para penangkar di Kantor Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Klaten. (Solopos.com/ Taufiq Sidik Prakoso)

Baca Juga: Minat Baca Memuaskan, Solo Butuh Rumah Baca Berbasis RW

“Total penangkar di BKSDA Jawa Tengah ada 389 penangkar. Dari jumlah itu, 63 persen penangkar ada di Klaten. Inilah tangan dingin dari para penangkar. Sehingga BKSDA mendukung supaya tidak terjadi pengambilan ke alam yang jumlahnya semakin sedikit. Dari penangkaran inilah bisa dimanfaatkan untuk ke alam dan sebagian ke para penghobi,” kata Darmanto.

Dia menjelaskan jika dinominalkan, total harga Jalak Bali yang dilepasliarkan ke habitat alaminya sebanyak 71 ekor itu mencapai Rp280 juta. Namun, nilai konservasi jauh lebih tinggi. “Artinya dari 71 ekor ini nanti akan berkembang biak dan lestari di alam,” kata Darmanto.

Soal populasi Jalak Bali di habitat alaminya, Darmanto mengatakan di Bali Barat saat ini sudah ada  3.000-an ekor. “Habitatnya masih bagus,” urai dia.

Baca Juga: Solo Optimalkan Medsos untuk Promosi Wisata

Salah satu penangkar Jalak Bali di Klaten, Eddy Santoso, mengaku sudah menjadi penangkar Jalak Bali sejak 2015. Saban tahun, Eddy ikut menyumbangkan Jalak Bali hasil penangkarannya untuk dikirim ke habitat alaminya.

“Saya ikut restocking sudah tiga tahun. Untuk kali ini ada tiga ekor. Sebelumnya ada enam ekor,” kata Eddy.

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Setop Perundungan di Tempat Kerja

Perundungan terjadi di mana saja, termasuk di tempat kerja. Jangan hanya diam, saatnya melawan.

Burung Emprit Serbu Padi Jelang Panen di Ngadirojo Wonogiri

Para petani harus menjaga tanaman padi mereka dari serbuan burung pipit atau emprit yang pada tahun ini jumlahnya lebih banyak.

Penuhi Syarat, SDN 1 Wuryantoro Wonogiri Gelar PTM 100 Persen

SDN 1 Wuryantoro mengklaim sudah memenuhi syarat pelaksanaan PTM 100 persen yang diedarkan Disdikbud Wonogiri.

PTM 100 Persen Digelar di Wonogiri setelah Vaksinasi Anak Selesai

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan akan mengambil keputusan soal PTM 100 persen setelah vaksinasi anak dosis pertama selesai.

Satlantas Wonogiri akan Tambah Lokasi Penerapan ETLE, Ini Lokasinya

Satlantas akan memfungsikan kamera CCTV untuk menerapkan ETLE atau tilang elektronik yaitu perempatan Pokoh, Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri.

Kronologi Lengkap Kasus Mafia Tanah Berujung Praperadilan Polresta Solo

Kasus penipuan mafia tanah yang berujung pada gugatan praperadilan terhadap Polresta Solo bermula dari laporan korban yang tak segera ditangani sejak 2019 lalu.

Intip Agenda Puan Maharani 2 Hari di Soloraya

Ketua DPR RI Puan Maharani dijadwalkan mengunjungi sejumlah tempat, salah satunya Pasar Legi Solo dalam kunjungannya ke Soloraya pada Rabu-Kamis (19-20/1/2022).

25 Hotel Soloraya Pamer Fasilitas di Hotel Expo 2022 Solo Paragon Mall

Hotel Expo kembali digelar pada 2022 di Solo Paragon Lifestyle Mall dengan melibatkan 25 hotel di kawasan Soloraya mulai Rabu (19/1/2022).

Waduh, Polresta Solo Digugat Praperadilan Gegara Kasus Mafia Tanah

Polresta Solo digugat praperadilan oleh LP3HI yang mewakili seorang perempuan korban dugaan penipuan mafia tanah.

Kajian Masih Berlanjut, Nasib Rusunawa Semanggi Solo Belum Jelas

Pemkot Solo masih menunggu kajian dari Kementerian PUPR terkait nasib bangunan Rusunawa Semanggi di Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, yang sudah tidak layak huni.

Desa Boleh Usulkan Jumlah KPM BLT Sesuai Kondisi

Pemerintah membolehkan desa mengusulkan jumlah KPM kurang atau lebih banyak dari kuota KPM yang ditetapkan pemerintah sesuai alokasi anggaran BLT.

Pemimpin Baru Mangkunegaran Solo Disebut Condong ke Bhre Cakrahutomo

Calon pemimpin baru Mangkunegaran Solo yang merupakan penerus KGPAA Mangkunagoro IXdisebut-sebut sudah mengerucut ke nama Bhre Cakrahutomo.

Anggota DPRD Solo Beri Pesan Begini soal Penataan Selter PKL Manahan

Anggota DPRD Solo memberikan pesan terkait rencana penataan PKL di selter sekitar Stadion Manahan untuk mendukung Solo sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Hall di Pedaringan Solo Sempat Ditawarkan ke Investor Senilai Rp124,5 M

Gedung Solo Convention - Exhibition Hall berkapasitas sampai 15.000 orang yang akan dibangun di Pedaringan, Jebres, pernah ditawarkan lewat ajang Solo Investment Forum senilai Rp124,5 miliar.

KSP Sejahtera Bersama, Bagi Hasil 10% hingga Raih Penghargaan Presiden

KSP Sejahtera Bersama Klaten menggaet ribuan nasabah dengan menawarkan sistem bagi hasil yang menggiurkan, hingga 10 persen.

Geruduk KSP Sejahtera Bersama Klaten Lagi, Nasabah Ancam Lapor Polisi

Nasabah akan menempuh jalur hukum setelah dana yang mereka simpan di KSP Sejahtera Bersama Klaten tak kunjung cair.