7 Klaster Persebaran Covid-19 Boyolali Dinyatakan Selesai, Masih Ada 10 Klaster Aktif
Ilustrasi petugas medis virus corona. (Reuters)

Solopos.com, BOYOLALI -- Tujuh dari 17 klaster penularan Covid-19 di Boyolali sudah dinyatakan selesai, Senin (26/10/2020). Kesepuluh klaster yang masih aktif merupakan klaster keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan klaster yang sudah dinyatakan selesai di antaranya klaster Klinik Mila Husada, klaster besuk atau tilik, serta lima klaster keluarga yang ada di Dibal, Gombang, Ngenden, Bantengan, Pelem dan Juwangi.

"Total ada tujuh klaster yang sudah selesai saat ini," jelas dia kepada wartawan, Senin.

Gugus Tugas Covid-19 Sukoharjo Libatkan Desa dan Kelurahan Pantau Pendatang Saat Libur Panjang

Kemudian untuk klaster Covid-19 lain di Boyolali yang masih aktif, semuanya merupakan klaster keluarga. Di antaranya adalah klaster keluarga yang berasal dari Pandean ada enam kasus, di Selodoko ada lima kasus, dari Kebonan ada tiga kasus, dan dari Kateguhan enam kasus.

Selanjutnya klaster Giriroto ada lima kasus, dari Tlogolele ada enam kasus, kemudian dari Demangan ada tujuh kasus. Sedangkan dari Pulisen ada enam orang dan dari Siswodipuran ada lima kasus.

Tak Lengah

Meski ada sejumlah klaster yang sudah selesai, Ratri mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dengan kedisiplinan masyarakat untuk menjalankan upaya pencegahan diharapkan jumlah kasus di Boyolali bisa terus ditekan.

Mengenai perkembangan kasus Covid-19 hingga Senin (26/10/2020), tercatat ada 1.086 kasus konfirmasi. Sedangkan untuk yang dinyatakan sembuh ada 886 kasus dan yang meninggal dunia ada 42 kasus. Dengan jumlah itu angka kesembuhan di Boyolali sekitar 81,58%, dan angka kematian 3,68%. "Ini semakin membaik," jelas dia.

Ini Fakta Menarik Drama Thailand The Gifted: Graduation…

Sedangkan khusus pada 20-25 Oktober terdapat tambahan sebanyak 66 kasus. Pada 20 Oktober ada dua kasus, pada 21 Oktober ada 12 kasus, pada 22 Oktober ada empat, pada 23 Oktober ada 21 kasus, pada 24 Oktober ada delapan kasus dan pada 25 Oktober ada 19 kasus. Ratri menyebutkan 66 kasus tersebut tersebar di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Boyolali.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom