50.488 UMKM Klaten Ajukan Bantuan Rp2,4 Juta, Dapat Semua Nggak Ya?
Ilustrasi uang tunai rupiah. (Solopos)

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 50.488 usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM di Klaten mengajukan permohonan bantuan modal usaha senilai Rp2,4 juta ke Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM).

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Klaten, Bambang Sigit Sinugroho, menjelaskan jumlah tersebut berdasarkan total pengajuan permohonan bantuan modal usaha UMKM yang diajukan dalam dua tahap.

Pada tahap pertama, pendaftaran UMKM dibuka pada pertengahan Agustus 2020.

Songsong HUT ke-23, Solopos Group Gelar Baksos dan Ayo Membaca Bareng Santri Sragen

Pendaftaran bantuan modal UMKM kembali dibuka pada awal September dan berakhir pada Kamis (10/9/2020).

"Jumlah totalnya ada 50.488 pendaftar. Semuanya sudah selesai input data untuk diusulkan ke Kemenkop dan UKM," kata Bambang saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (14/9/2020).

Bambang mengatakan Disdagkop dan UKM hanya bertugas membantu proses pendaftaran.

120 Orang Terjaring Razia Masker di Solo, Mayoritas Laki-Laki

Soal penentuan penerima bisa mendapatkan bantuan senilai Rp2,4 juta atau tidak, Bambang menegaskan berada pada kewenangan Kemenkop dan UKM.

"Kami tidak ada verifikasi. Berkas yang kami terima langsung kami input dan usulkan ke Kemenkop dan UKM," jelas dia.

Bambang juga tidak bisa memastikan berapa banyak pendaftar yang sudah menerima bantuan modal usaha itu. Pasalnya, bantuan langsung disalurkan ke masing-masing rekening penerima.

Menunggu Turunnya Modal Usaha

Begitu pula dengan jumlah berkas pendaftaran pelaku UMKM yang dimungkinkan tertolak atau tak bisa mengakses bantuan tersebut.

"Untuk berapa banyak yang sudah cair kami tidak tahu persis karena langsung diberikan ke masing-masing rekening. Penentu ada di tangan Kemenkop dan UKM," jelas dia.

Sementara itu, sejumlah pelaku UMKM di Klaten menantikan turunnya bantuan modal usaha itu. Mereka bisa berharap mendapatkan bantuan itu untuk menambah modal melanjutkan usaha lantaran terdampak pandemi Covid-19.

Fajri Sembuh dari Covid-19, Paslon ORI Jalani Tes Kesehatan di RSST Klaten

Salah satu pemilik warung makan di wilayah Jogonalan, Sigit, mengatakan sebelumnya beredar pesan berantai berisi daftar nama, alamat, hingga bidang usaha.

Sigit mengaku tak tahu pasti nama yang tercantum dalam pesan berantai itu data penerima atau data UMKM yang diusulkan mendapatkan bantuan.

"Sebenarnya kami juga bertanya-tanya kebenaran informasi yang beredar itu. kalau saya sendiri lebih memilih menunggu informasi yang resmi saja. Yang jelas saya menunggu sampai akhir September," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom