Tutup Iklan -->
5 Virus Mematikan dalam Sejarah Dunia Selain Corona
Ilustrasi pasien wabah virus Flu Spanyol. (Detik.com)

Solopos.com, SOLO – Virus corona yang mematikan sudah merenggut lebih dari 2.000 nyawa membuat penduduk dunia khawatir. Pasalnya virus tersebut sangat mudah menyebar dan menginfeksi manusia.

Virus corona disebut sebagai pandemi karena dapat menyebar melintasi batas-batas internasional dan memengaruhi sejumlah besar orang akibat penularannya yang cepat. Tidak hanya negara di Asia Timur saja, virus corona yang mematikan sudah menyebar ke beberapa negara bagian Eropa seperti Italia, Spanyol, hingga ke Amerika Serikat.

Selain corona, ternyata masyarakat dunia pernah menghadapi wabah penyakit yang tidak kalah mematikan lainnya. Inilah lima jenis virus mematikan di dunia selain corona:

Komentator Bola Rama Sugianto Diduga Lecehkan Suporter Wanita Jadi Trending Topic

HIV AIDS

Sudah bukan menjadi hal tabu jika HIV AIDS dianggap menjadi pandemi di dunia. Dikutip dari Detik.com penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia ini kali pertama muncul di awal 1980-an.

Virus mematikan itu kali pertama muncul di Kinshasa, pusat kota terbesar Republik Demokratik Kongo, Afrika Tengah. Awalnya virus ini dinamakan Simian Immunodeficiency Virus (SIV) yang terdapat pada hewan simpanse.

Kecelakaan Bus Maut SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo 2 Korban Meninggal Terjepit

Selanjutnya, virus SIV menular ke manusia ketika perburuan terjadi di Afrika. Simpanse yang memiliki virus mematikan ini dimakan oleh pemburu atau cipratan darah/carian tubuh simpanse masuk ke tubuh pemburu melalui luka.

Lalu mulailah terjadinya perpindahan virus SIV pertama antara hewan dan manusia. Setelah hinggap di tubuh manusia, virus SIV berevolusi menjadi HIV.

Ada 36 juta orang meninggal akibat virus HIV AIDS sejak kali pertama ditemukannya.Virus mematikan ini menyerang sistem imun. Akibatnya, berbagai penyakit muncul sebagai akar masalahnya. Apalagi, saat itu pengetahuan tentang virus HIV AIDS masih minim.

Waldjinah Diganjar Penghargaan Lifetime Achivement dari Lokananta Solo

Kolera

Penyakit yang menyerang usus halus ini disebabkan oleh bakteri vibrio cholerae yang biasanya terdapat pada permukaan air tercemar limbah industri.

Gejala munculnya penyakit kolera ditandai diare, perut keram, mual, muntah, dan dehidrasi. Jika tidak segera ditangani, maka orang yang terkena virus ini akan meninggal dalam hitungan jam.

Penyakit ini kali pertama mewabah di India kemudian menyebar ke Eropa melalui jalur perdagangan. Masyarakat di London, Inggris merasakan dampaknya mulai 1832. Saat itu diperkirakan tiga juta orang meninggal akibat virus kolera.

Jamu Jahe dan Temulawak Bukan Penangkal Virus Corona

Black death

Maut hitam atau black death adalah suatu pandemi hebat yang kali pertama melanda Eropa pada pertengahan hingga akhir abad ke-14 (1347–1351). Wabah ini membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi orang Eropa.

Dikutip dari Wikipedia Kamis, (27/2/2020) maut hitam di Eropa kali pertama dilaporkan muncul di Kota Caffa, Krimea, Rusia pada 1347. Diperkirakan 200 juta orang meninggal akibat wabah ini.

Penyakit ini diketahui berasal dari bakteri Yersinia Pestis. Penularan wabah ini dapat terjadi melalui pembengkakan kelenjar getah bening, menghirup udara yang dihembuskan korban, serta melalui gigitan serangga atau hewan pengerat yang telah terinfeksi.

Pengin Tidur Nyenyak? Hindari 5 Minuman Ini

Flu Spanyol

Virus ini diketahui muncul usai Perang Dunia I sekitar 1918. Dikutip dari Detik.com sekitar 500 juta orang di dunia terinfeksi Flu Spanyol. Jumlah korban tewas akibat virus influenza tipe A subtype H1N1 ini pun diperkirakan mencapai puluhan juta orang.

Beberapa sekolah dan teater pun dihentikan aktivitasnya untuk sementara waktu karena bangunannya dialihfungsikan menjadi ruang rawat pasien Flu Spanyol. Gejala penyakit ini ditandai dengan demam tiga hari berturut-turut dan kepala terasa terbelah. Namun, setelah demam turun, penderita akan merasa mual dan muntah yang berlangsung dua pekan.

Ilustrasi pasien wabah virus Flu Spanyol
Ilustrasi pasien wabah virus Flu Spanyol. (Detik.com)

Negara-negara Eropa yang terlibat Perang Dunia I, cenderung merahasiakan wabah ini. Akan tetapi, pers di Spanyol sangat semangat memberitakannya. Maka, dunia mengenalnya sebagai Flu Spanyol. Meski begitu, bukan berarti penyebaran virus itu berasal dari Spanyol.

Bacaan Doa Qunut Nazilah untuk Tangkal Musibah Corona

Cacar Meksiko

Sekitar 10.000 tahun sebelum Masehi ternyata penyakit cacar sudah ada. Ditemukan bukti berupa mumi orang Mesir yang meninggal sekitar 3.000 tahun yang lalu. Cacar ditemukan kali pertama di Benua Afrika dan Eropa pada abad ke-18.

Dikutip dari Wikipedia 400.000 penduduk Eropa meninggal setiap tahunnya termasuk raja yang berkuasa akibat Cacar Mexico. Tidak hanya di Benua Eropa saja, cacar ini juga menyerang sampai ke beberapa negara di Benua Amerika, termasuk di Mexico.

Penyakit cacar di Meksiko terjadi pada 1519. Kala itu Hernando Cortez, seorang penjelajah asal Spanyol melakukan penjajahan untuk menaklukan suku Aztek, suku yang mendiami wilayah Meksiko bagian tengah. Cortez bersama pasukakannya terkena cacar dalam perjalanan menuju bangsa Aztek, karena saat itu Spanyol juga sedang terkana wabah penyakit ini.

Jasad Siswi MTS Korban Pemerkosaan & Pembunuhan Ditemukan Ibunya Sendiri

Ketika Hernando Cortez menyerang Ibu kota bangsa Aztek, Tenochititlan, secara tidak langsung mereka menebarkan virus mematikan ini pada penduduk Suku Aztek. Setelah beberapa pekan sepeninggal Cortez, ribuan bangsa Aztek sakit dan sekarat akibat penyakit cacar.

Memanfaatkan keadaan itu, Cortez segera melancarkan serangannya menaklukan kota yang sedang sekarat, hanya dalam waktu tiga bulan dengan 500 pasukan. Cortez berhasil mengambil alih wilayah Aztek. Dipastikan sejumlah 4.000.000 penduduk asli Meksiko meninggal akibat penyakit cacar.

Penyakit cacar berasal dari virus variola. Wabah penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita lewat percikan cairan tubuh seperti air liur hingga menyentuh benda yang baru saja digunakan penderita cacar. (Ria Sari Febrianti/Solopos.com)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho