32 Kasus Narkoba Diungkap Polres Sragen, 39 Orang Tersangka

Polisi menetapkan 39 orang sebagai tersangka dan dijerat dengan UU No. 5/1997 tentang Psikotropika dan UU No. 35/2009 tentang Narkotika.

 Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Rini Pangestuti mengungkapkan kasus narkoba dan psikotropika yang diungkap selama Januari-Mei 2022 di Mapolres Sragen, Senin (20/6/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Rini Pangestuti mengungkapkan kasus narkoba dan psikotropika yang diungkap selama Januari-Mei 2022 di Mapolres Sragen, Senin (20/6/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN–Selama Januari-Mei 2022, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkob) Polres Sragen berhasil mengungkap 32 kasus narkoba dan obat-obatan terlarang jenis psikotropika.

Dari puluhan kasus itu, polisi menetapkan 39 orang sebagai tersangka dan dijerat dengan UU No. 5/1997 tentang Psikotropika dan UU No. 35/2009 tentang Narkotika.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Penjelasan itu diungkapkan Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Rini Pangestuti di Mapolres Sragen, Senin (20/6/2022).

Rini menjelaskan tiga kasus di Mei berhasil mengungkap tiga kasus narkoba dan psikotropika dengan tiga tersangka dan barang bukti berupa sabu-sabu 0,61 gram dan obat-obatan terlarang 42 butir.

Di Januari, lanjut dia, ada lima kasus yang diungkap dengan tujuh tersangka dan barang bukti berupa 1,97 gram sabu-sabu serta 641 butir obat-obatan.

Baca Juga: Polres Sragen Gelar Operasi Patuh Candi, Sasar 7 Pelanggaran Ini

Dia melanjutkan di Februari ada tujuh kasus dengan sembilan tersangka dan barang bukti berupa 2,51 gram sabu-sabu dan 219,01 gram ganja.

Di Maret 2022, Rini menyebut ada tujuh kasus dan delapan tersangka yang diungkap dengan barang bukti berupa 31,83 gram sabu-sabu, 0,94 gram gorila, dan 250 butir obat-obatan.

Lalu di April lalu, lanjut Rini, ada enam kasus dan enam tersangka dengan barang bukti 31,83 gram sabu-sabu dan 1.188 butir obat-obatan terlarang.

“Kasus obat-obatan ini dijerat dengan Pasar 62 UU No. 5/1997 tentang Psikotropika. Pengungkapkan kasus narkoba rata-rata mendapatkan barang bukti di bawah 1 gram tetapi pada Juni ini, kami sudah mengungkap tujuh paket sabu-sabu dengan total seberat 3,11 gram. Saya berpesan kepada orang tua kalau ada perilaku anak yang berbeda segera hubungi kami. Kami tidak akan memproses hukum tetapi direhabilitasi dengan menggandeng Intitusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Yayasan Lentera Bangsa Indonesia di Tanon,” jelas Rini.

Rini menjelaskan selama Mei 2022 ada tiga kasus yang diungkap, salah satunya berkaitan dengan penyalahgunaan obat-obatan psikotropika.

Baca Juga: Cegah Perusakan, Kapolres Sragen: Setiap Tugu Bisa Dipasangi CCTV

Rini menjelaskan awalnya polisi mendapat informasi adanya transaksi di seputaran Balai Desa Bandung, Kecamatan Ngrampal, Sragen, pada Rabu (11/6/2022) lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Sragen melakukan penyelidikan dan pada pukul 15.30 WIB ditemukan seorang laki-laki mencurigakan di pinggir lapangan dekat Balai Desa Bandung.

“Laki-laki itu didekati dan diinterograsi. Saat digeledah tidak menemukan bukti di badannya tetapi menemukan ponsel. Selanjutnya menggeledah motornya dan ditemukan bungkus rokok dalam jok motor. Bungkus rokok itu ternyata ada obat-obatan berupa 26 butir alprazolam dan 16 butir atarax yang dibeli dari toko online seharga Rp700.000. Kemudian pemuda dan motor Honda Vario dibawa ke Polres Sragen untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

Laki-laki itu diketahui berinisial YPM, 19, yang masih berstatus pelajar.

YPM ditetapkan sebagai tersangka ada peredaran psikotropika.

Baca Juga: Silaturahmi, Kapolres Sragen Ajak Perguruan Silat Jaga Kondusivitas

Rini mengimbau kepada masyarakat yang memiliki tetangga, saudara, yang kecanduan obat bisa melapor ke Polres dan tidak diproses hukum tetapi direhab di IPWL Tanon.

KBO Satresnarkoba Polres Sragen Iptu Edi Purwanto menambahkan dua kasus lainnya di Mei berupa kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Kasus narkoba yang pertama, sebut Edi, diungkap dengan tersangka HSW, 33, warga Sragen Kulon, Sragen, dengan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,36 gram.

Dia mengatakan dari tangan tersangka juga ditemukan barang bukti berupa alat hisap, pipet kaca, dan korek api.

Tersangka ditangkap saat menggerebek sebuah rumah yang diduga sebagai tempat pesta narkoba di wilayah Sragen Kulon.

Baca Juga: Narkoba Sragen: 2 Pengedar Tertangkap Bawa 1.000 Butir Pil Koplo

“Tersangka dijerat dengan Pasal 112 juncto Pasal 127 UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun,” ujarnya.

Edi melanjutkan satu tersangka peredaran narkoba berinisial J, warga asal Ngrampal, Sragen, dibekuk di pinggir jalan wilayah Cantel, Sragen, sekitar pukul 14.05 WIB, 13 Mei 2022 lalu.

Dia menerangkan dari hasil penggeledahan ditemukan plastik klip dibungkus lakban yang diduga sabu-sabu seberat 0,37 gram beserta ponsel merek Oppo dan motor Honda Beat sebagai alat transportasi.

Barang bukti tersebut, kata dia, dibeli dari seseorang seharga Rp550.000.

“Tersangka juga dijerat UU No. 35/2009. Sabu-sabu itu digunakan sendiri untuk penyemangat kerja. Mereka bekerja sebagai buruh kasar,” jelasnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Bermalam di Jl. Mayor Kusmanto Demi Jaga Lapak Jualan di CFD Klaten

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Supriyono, menjelaskan PKL hanya diperbolehkan menempati kawasan paving di kedua sisi Jl. Mayor Kusmanto.

Lantang! Rudy Solo: Ganjar Pranowo Presiden ke-8 RI

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, memprediksi Ganjar Pranowo menjadi presiden kedelapan RI.

Warga Sragen Meninggal Tak Wajar: Mayat Sujud Tapi Kepala Masuk Ember

Warga Sragen diduga meninggal secara tak wajar karena posisi mayatnya seperti sujud, namun kepalanya berada di dalam ember di kamar mandi.

Makam Jenazah Warga Sragen Dibongkar, Meninggal Tak Wajar?

Jenazah warga Sragen yang diduga meninggal tak wajar diautopsi setelah kuburannya dibongkar.

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.

Desain Bangunan Pasar Jongke Tak Berubah, Kios Akan Tampak dari Luar

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono menjelaskan kios Pasar Kabangan dan Jongke nanti kelihatan dari jalan.

Nostalgia Naik 7 Bus Legend Rute Solo-Sukoharjo, Sensasinya Hmm Mantap

Deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai saat ini masih cukup eksis meskipun jumlah penumpangnya terus menurun.

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Obati Rindu! CFD Klaten di Jl Mayor Kusmanto Diserbu Warga

Penyelenggaraan CFD perdana di Klaten setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 diserbu warga.

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.