25 Warga Kedawung Sragen Legawa Tunda Hajatan demi Tekan Covid-19

Penurunan laju tambahan kasus Covid-19 usai pelaksanaan PPKM tahap pertama menjadi dasar Pemkab Sragen memperpanjang PPKM.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hajatan. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SRAGEN -- Sekitar 25 warga di Kecamatan Kedawung, Sragen, mau berbesar hati untuk menunda kegiatan hajatan demi mencegah potensi penularan Covid-19.

Meski merasa berat, mereka memutuskan untuk menunda hajatan sesuai dengan instruksi Bupati Sragen terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Seperti diketahui, Pemkab Sragen memutuskan memperpanjang PPKM hingga 8 Februari 2021 mendatang. Penurunan laju tambahan kasus Covid-19 usai pelaksanaan PPKM tahap pertama menjadi dasar Pemkab Sragen memperpanjang PPKM.

Baca juga: Terjadi 22 Kali Guguran Awan Panas, Warga Lereng Merapi di Klaten Tetap Ngarit

Camat Kedawung, Nugroho Dwi Wibowo, mengatakan dimulainya PPKM hingga perpanjangan sudah ditindaklanjuti hingga ke tingkat desa. Pada Rabu (27/1/2021), tercatat ada dua warga yang tetap melangsungkan hajatan.

Kendati begitu, pelaksanaan hajatan digelar dengan sederhana yakni hanya ijab kabul yang diikuti keluarga terdekat. Sementara sebagian besar warga memilih menunda hajatan.

“[Yang menunda hajatan] lumayan banyak ada sekitar 25 orang]. Biasanya kalau mendekati [bulan] Puasa, tren [hajatan] pasti naik,” ujar Nugroho kepada Solopos.com, Rabu.

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Tabrak Lari yang Sebabkan Pemuda Sragen Meninggal

Sekitar 25 warga itu mau berbesar hati untuk menunda hajatan. Mereka legawa tidak bisa menyelenggarakan hajatan dalam waktu dekat kendati sejumlah persiapan sudah dilakukan.

“Kami memahami kekecewaan masyarakat [yang menunda hajatan]. Tapi, ini untuk kebaikan bersama,” jelas Nugroho.

Sosialisasi Terkait PPKM

Demi mencegah potensi penularan Covid-19, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Kedawung bersama jajaran Polsek Kedawung dan Koramil 05/Kedawung Sragen menggencarkan sosialisasi terkait PPKM.

Hasil evaluasi PPKM jilid pertama juga sudah disampaikan kepada masyarakat.

Demi membangun kesadaran bersama di kalangan masyarakat supaya mau melaksanakan protokol kesehatan dengan lebih tertib, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspimcam) Kedawung menyelenggarakan operasi serentak yang dilaksanakan pada malam hari dengan melibatkan Satgas Penanggulangan Covid-19 di masing-masing desa.

Baca juga: Tips Hindari Terpapar Covid-19 Saat Terpaksa Makan Bersama

Operasi serentak itu bertujuan menyosialisasikan peraturan yang harus dipatuhi selama PPKM berlangsung. Salah satunya ialah terkait pembatasan jam operasional bagi pengelola warung makan hingga pukul 21.00 WIB.

“[Operasi serentak] menyasar pelaku UMKM di tiap desa. Kami melakukan pendekatan yang humanis, santun dan tetap mengedepankan upaya persuasif karena mereka adalah warga kita sendiri,” papar Nugroho.

Berita Terbaru

17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Sebuah wastafel yang berfungsi jika penggunanya menginjak pedal yang berada di bagian bawah terpasang di depan...

Bantu Nakes Lacak Kontak Erat, 177 Bhabinkamtibmas Ikuti Pelatihan 3T

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 177 orang bhabinkamtibmas Polres Karanganyar mendapatkan pelatihan sebagai pelacak Covid-19. Dalam waktu dekat, mereka akan...

PMI Solo Jadikan Rumah Sakit Institusi Pertama Jaring Donor Plasma

Solopos.com, SOLO — Masih ada antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dari PMI Kota Solo. Semua pihak berkepentingan berkomitmen...

Dinkes Jateng: Vaksin Untuk Pelaku Ekonomi Ditarget April

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi petugas pelayanan publik mulai Rabu (24/2/2021). Sementara...

Inspiratif, 20 Perempuan Donor Plasma Konvalesen

Solopos.com, SOLO--Tangan kanan Erlyn Tusara, 23, meremas bola karet sekitar satu jam untuk menyumbangkan  komponen darah pada alat di...

Kuatkan Daya Tubuh Anak di Masa Pandemi, Polres Wonogiri Beri Ratusan Paket Susu

Solopos.com,WONOGIRI -- Polres Wonogiri membagikan ratusan paket susu di Kampung Siaga Candi Covid-29, Selasa (23/2/2021). Susu itu selanjutkan didistribusikan...

Pangdam & Kapolda ke Boyolali demi Dukung PPKM Mikro

Solopos.com, BOYOLALI — Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi,...

Di Klaten, Pasien Tanpa Gejala Pilih Isolasi di Rumah

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah desa dan kecamatan di Klaten jauh hari sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Nyatanya, warga yang...

Satgas Sukoharjo Optimalkan Posko Covid-19 di Desa

Solopos.com, SUKOHARJO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo mengoptimalkan posko Covid-19 di setiap desa/kelurahan. Hal ini untuk pencegahan,...

Kasus Covid-19 di Wonogiri Cenderung Turun, Ini Penjelasan Pemkab 

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengklaim tren penambahan kasus terkonfirmasi positif, Februari ini, menurun dibanding dua bulan sebelumnya. Pada sisi...