24 Jam Bocah Kampung Sewu Tenggelam di Bengawan Solo Belum Ditemukan
Tim SAR mencari bocah tenggelam di Sungai Bengawan Solo di Kampung Sewu, Kelurahan Sewu, Jebres, Solo, Rabu (12/8/2020). (Solopos-Albesya Iqbal)

Solopos.com, SOLO -- Setelah 24 jam berlalu, bocah laki-laki warga Kampung Sewu, Kelurahan Sewu, Jebres, Solo, Julian Tri Utomo, 11, yang diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo kawasan Sewu, belum ditemukan.

Tim SAR Gabungan terus berupaya mencari bocah yang dilaporkan tenggelam di Bengawan Solo, Rabu (12/8/2020), itu menggunakan jaring di wilayah aliran sungai.

Kapolsek Jebres Kompol Suharmono kepada wartawan Kamis (13/8/2020) mengatakan hingga saat ini tim SAR masih terus berupaya mencari keberadaan bocah tersebut.

Lantas, sudah ada koordinasi dengan SAR di wilayah aliran sungai Bengawan Solo untuk penjaringan.

"Basarnas sudah menyiapkan pasukan lebih banyak. Di wilayah Sragen, Karanganyar, sampai Bojonegoro juga sudah dicegat. Antisipasi arus deras air, semoga segera ketemu," papar dia.

Berbahaya! Pengunjung Jangan Selfie di Pinggir Tebing Gunung Sepikul Sukoharjo

Suharmono menambahkan juga belum ada laporan bocah itu terlihat di sungai. Ia mengonfirmasi bocah asal Kampung Sewu Solo itu sedang bermain bersama temannya-temannya di pinggir sungai.

Namun nahas, korban terpeleset hingga tercebur ke sungai Bengawan Solo.

Ia meminta di tengah pembelajaran jarak jauh itu orang tua intensif mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai, bocah bermain di pinggir sungai. Lalu, lanjut dia, pandemi Covid-19 ini juga masih perlu diwaspadai.

Petugas Sensus Datangi Rumah Warga Solo Awal September

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Solo Arief Sugiyarto mengatakan saat ini tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian bocah tersebut.

Arus Sungai Cukup Deras

Personel SAR di wilayah lain juga telah bersiap sejak dikabarkan seorang bocah tenggelam di Sungai Bengawan Solo.

Ia mengatakan ada beberapa kemungkinan keberadaan bocah tersebut. Jika ada pusaran atau palung korban berada di sekitar lokasi jatuh. Namun, melihat kondisi arus yang cukup deras korban yang diduga tenggelam bisa terbawa arus.

"Seluruh SAR Gabungan dilibatkan dalam pencarian korban. Memang arus terjadi peningkatan karena kemarin hujan lebat. Kami terus optimalkan pencarian hari ini. Kedalaman sungai sekitar tiga meter," ujar Arief.

Mulai Bertugas, Kapolresta Solo Ade Safri Simanjuntak Langsung Dapat PR Kasus Berat

Arief menambahkan SAR Solo juga telah berkoordinasi dengan SAR di wilayah lain seperti di Karanganyar dan Sragen. Menurutnya, SAR di wilayah lain sudah dalam keadaan siap memantau aliran sungai.

"Sejauh ini sudah 100-an SAR bergabung, nanti akan bertambah terus dalam pencarian ini," imbuh Arief.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom