22 Tenaga Medis Sragen Ikuti Rapid Test, Ini Hasilnya
Suasana jumpa pers di Aula Sukowati Setda Sragen, Kamis (2/4/2020), terkait penanganan corona. (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN - Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Sragen yang juga Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan pihaknya mendapat 45 unit alat rapid test dari donatur dan 90 unit alat rapid test dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Yuni memaparkan bantuan rapid test dari Provinsi itu dibagikan ke RSUD Sragen sebanyak 30 unit, RSUD Gemolong 30 unit, dan DKK Sragen 30 unit. Rapid test di RSUD Sragen digunakan untuk mengetes 22 paramedis dan dokter yang bertugas di ruang isolasi dan hasilnya negatif.

Istri Pasien Pertama Meninggal di Solo Asal Magetan Sembuh dari Corona

“Tes untuk paramedis dan dokter yang berada di garda depan penanganan Covid-19 di RSUD Gemolong dengan rapid test juga dilakukan. Tes tersebut kemungkinan baru hari ini dilakukan karena barangnya baru datang,” kata Yuni saat jumpa pers di Aula Sukowati Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Kamis (2/4/2020).

Kepala DKK Sragen Hargiyanto menambahkan 30 unit rapid test yang ada di DKK itu tinggal 27 unit. Dia mengatakan puluhan unit rapid test itu akan digunakan untuk mengetes para orang dalam pemantauan (ODP) dengan prioritas yang baru pulang dari Jakarta.

Istana Tegaskan Tidak Ada Larangan Mudik Lebaran, Tapi....

“Teknisnya nanti puskesmas yang ambil rapid test itu ke DKK dan kemudian mengetes dengan cara mendatangi ODP terkait. Jadi belum semua ODP dites dengan rapid test karena barangnya terbatas,” ujar Hargiyanto.

PDP Negatif Corona

Sebelumnya, lima pasien dalam pengawasan (PDP) di Sragen dinyatakan negatif corona. Hal itu diketahui setelah hasil laboratorium spesimen dari oral swab tenggorokan telah keluar.

Kabar Gembira! 5 Pasien Positif Corona Magetan di RSUD Madiun Sembuh

Kelima PDP itu adalah tiga orang yang dirawat di RSUD dr. Soeratno Gemolong, serta dua orang dirawat di RSUD Sragen. Kini, PDP di Sragen menyisakan dua orang yang dirawat di RSUD Sragen. Sementara satu PDP telah meninggal dunia.

PDP Sragen itu meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo, Senin (30/3/2020) pukul 13.00 WIB. Hasil laboratorium atas PDP tersebut belum diketahui karena baru diambil swab tenggorokan saat tiba di RSUD dr Moewardi Solo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho