2 Provinsi Dilibatkan DPRD Jateng Dikusikan Pengelolaan Bengawan Solo
Suasana diskusi bertajuk Forum Komunikasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Timur  dalam Pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo di Alila Solo, Jl. Slamet Riyadi No.562, Solo, Selasa (29/9/2020). (Solopos.com-Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Komisi D DPRD Jateng, Selasa (29/9/2020), menggelar  diskusi untuk mengelola dan penanganan dampak Sungai Bengawan Solo di Alila Solo, Jl. Slamet Riyadi No.562, Solo. Diskusi itu menyandang tajuk Forum Komunikasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Timur  dalam Pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo.

Sejumlah narasumber berdiskusi secara virtual dalam diskusi DPRD Jateng terkait Bengawan Solo itu. Terlibat dalam diskusi online itu Gubernur  Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak.

Setelah 11 Tahun , MAMA 2020 Digelar di Korea Selatan Lagi

Bengawan Solo atau mestinya ditulis Bengawan Sala adalah sungai terpanjang di Pulau Jawa. Sungai ini bermula di dua hulu sungai, yaitu dari daerah Pegunungan Sewu, Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah dan Ponorogo di Jawa Timur. Sungai besar ini bermuara di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Secara garis besar, sungai sepanjangnya 548,53 km ini mengaliri dua provinsi, yaitu Jateng dan Jatim sekaligus. Wilayah alirannya bisa dibagi menjadi tiga bagian. Di wilayah hulu, aliran sungai ini melintasi Wonogiri dan Karanganyar, Boyolali, Sragen, Klaten di Jateng, serta Ponorogo di Jatim.

Bermuara di Jatim

Air kemudian mengalir di wilayah administratif tengah yang melintasi Sukoharjo dan Solo di Jateng, serta Ngawi, Madiun, Magetan, Blora, dan Cepu di Jatim. Sedangkan di wilayah administratif hilir, sungai ini melintasi Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik di Jatim.

Astronom Temukan Planet Mirip Bumi dengan Orbit 3,14 Hari

Ketua Komisi D DPRD Jatim, Kuswanto, mengatakan Komisi D memiliki target menghilangkan rasa khawatir akibat banjir warga sekitar Bengawan Solo. Sinergi untuk mencari solusi sudah dijalankan antara dinas-dinas terkait dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

“Kami bersyukur langsung berhadapan dengan pemegang kebijakan. Kami berharap empat tahun ke depan tidak ada musibah banjir. Kami menginginkan pimpinan tertinggi daerah bisa mengalokasikan untuk perencanaan yang akan kami buat,” paparnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom