2 Luweng di Pracimantoro Wonogiri Ditemukan, Pencarian Berlanjut ke 3 Dusun Ini
Pekerja mencari mulut luweng di Dusun Joho Kidul, Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, Senin (15/2). (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI – Pencarian luweng di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, belum berakhir meski sudah dua luweng ditemukan. Pencarian pun berlanjut ke tiga dusun lainnya di Desa Sumberagung.

Seperti diketahui, tim sukarelawan baru saja menemukan luweng di Dusun Pakem, Desa Sumberagung, Pracimantoro, Wonogiri. Luweng tersebut ditemukan para sukarelawan di dekat bukit. Butuh waktu tiga hari untuk menemukan luweng tersebut.

Baca Juga: Sempat Dicurhati Soal Ini, Kades Serenan Klaten Kisahkan Pertemuan Terakhir dengan Sekdes

Sebelumnya, luweng juga sudah ditemukan di Desa Joho, Pracimantoro. Pencarian luweng di Joho, Pracimantoro, Wonogiri, ini cukup sulit dan memakan waktu hingga belasan hari. Pada akhirnya luweng ditemukan di pekarangan belakang rumah warga bernama Pak Dalang.

“Inikan sudah pencarian ketiga. Pertama di Dusun Dompol, Desa Petirsari, gagal. Kemudian di Dusun Joho Kidul, Desa Joho, berhasil. Ini yang di Pakem, Desa Sumberagung juga berhasil. Kami masih ingin mencari tiga luweng lagi di Sumberagung, tepatnya di Dusun Klepu, Karang Kulon dan Ngaluran,” kata sukarelawan pencari luweng, Sariyono.

100 Tahun

Sariyono menjelaskan luweng di Pakem saat ini dibiarkan sekaligus dites sembari menunggu hujan deras. Jika nanti sudah diguyur air hujan, di mulut luweng akan dibuat bronjong kawat untuk mencegah penumpukan sampah.

Sariyono menuturkan berdasarkan cerita atau pengakuan sesepuh di desa setempat, luweng yang ditemukan itu sudah hilang selama 100 tahun lebih dua bulan. “Sesepuh yang saya tanyai itu rata-rata berumur 90 tahun,” ujar dia.

Baca Juga: 10 Berita Terpopuler : Misteri Motor Dinas Sekdes di Jembatan Grogol, Pengendaranya ke Mana?

Sementara itu, Camat Pracimantoro, Warsito, membenarkan penemuan luweng di Dusun Pakem, Sumberagung. “Benar, sudah ditemukan [mulut luweng yang dicari]. Ditemukan para sukarelawan di dekat bukit,” kata saat dihubungi Solopos.com, Senin (1/3/2021).

Warsito mengatakan pencarian luweng di Pakem itu cuma membutuhkan wakti tiga hari. Kami berharap dengan adanya beberapa penemuan luweng di daerah kami bisa mengatasi banjir yang setiap tahun melanda,” lanjut Warsito.

Baca Juga: Keren! Pasoepati & Maskot Persis Solo Gelar Trauma Healing untuk Bocah Korban Bencana di Nganjuk



Berita Terkini Lainnya








Kolom