Kategori: Sragen

2 Kali Minggat Namun Gagal, Warga Sidoharjo Sragen Ini Akhirnya Hilang


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri

Solopos.com, SRAGEN -- Warga Dukuh Kayen, RT 08, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Suyatmi, 52, nekat pergi dari rumah sejak Kamis (10/9/2020) malam.

Hingga Jumat (11/9/2020) siang, pihak keluarga belum bisa menemukan keberadaan ibu dua anak dan dua cucu tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, tim sukarelawan dari berbagai lembaga sudah dikerahkan untuk mencari keberadaan Suyatmi.

Mayoritas Pekerja di Wonogiri Belum Terima Subsidi Gaji, Mungkin Ini Sebabnya

Informasi terkait kaburnya warga Sidoharjo itu disampaikan kepada sesama sukarelawan lintas kabupaten bahkan lintas provinsi. Para sukarelawan berharap kekuatan media sosial (medsos) untuk menemukan kembali Suyatmi.

“Sukarelawan dari mana-mana sudah kami beri informasi, termasuk sukarelawan di Ngawi, Jawa Timur. Kami berharap dengan menyebar fotonya melalui grup WA atau medsos, ada orang yang mengenalinya lalu memberi tahu kami,” ujar Koordinator SAR Poldes Sidoharjo, Alfian Rendy Prasetyo, kepada Solopos.com, Jumat.

Alfian menjelaskan Suyatmi sudah dua kali pergi dari rumah dengan jalan kaki namun berhasil ditemukan oleh keluarganya.

Jarak Duduk Peserta Pengajian Nanti Malam Ternyata 1 Meter, Bupati Sragen: Itu Cukup

Tekanan Batin

Warga Sidoharjo itu pernah meninggalkan rumah pada Rabu (9/9/2020) malam sekitar pukul 19.00 WIB, namun pada Kamis dini hari pukul 01.00 WIB, dia ditemukan putranya di jalan Dukuh Karanganyar, Desa Patihan.

Pada Kamis pagi, pukul 07.00 WIB, Suyatmi kembali pergi meninggalkan rumah dengan jalan kaki. Beruntung anaknya masih bisa menemukan dia di Desa Taraman sekitar pukul 12.00 WIB. Pada Kamis malam, sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya selepas Magrib, Suyatmi kembali meninggalkan rumah dan hingga kini belum ditemukan.

“Sebenarnya Bu Suyatmi ini pikirannya masih waras. Namun, dia mengalami tekanan batin karena masalah keluarga. Masalah keluarga itu seperti apa, tidak pantas saya sampaikan karena itu terlalu personal,” jelas Alfian.

Cek Rekening! Bantuan Modal Usaha Tahap ke-2 Untuk 7.000 UMKM Sukoharjo Sudah Cair

Saat pergi meninggalkan rumah, Suyatmi tidak membawa bekal apa-apa. Dia hanya berbekal pakaian yang melekat di tubuhnya yakni jaket warna putih dengan lengan warna ungu dan bercelana training olahraga.

Rambut warga Sidoharjo itu dipotong pendek dan diikat. Menurut penuturan suaminya, Tukimin, dompet Suyatmi yang berisi uang Rp100.000 ditinggal di rumah.

Tes Kepribadian: dari 4 Perempuan Ini, Mana yang akan Kamu Jadikan Sahabat?

“Sebelum pergi meninggalkan rumah dengan jalan kaki, suaminya sempat meminta Suyatmi mengisi perutnya yang kosong dengan makanan. Akan tetapi, dia enggan makan. Karena dikira sakit, dia lantas mau dibelikan obat,” ujar Alfian.

Saat itulah, Suyatmo diduga pergi meninggalkan rumah. “Tahu-tahu dia sudah pergi dari rumah. Jadi, dia pergi dari rumah dengan jalan kaki dalam kondisi perut kosong dan tidak membawa bekal apa-apa. Polisi belum bisa memproses laporan karena kepergian Bu Suyatmi dari rumah belum genap 24 jam [hingga Jumat siang],” imbuh dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Tika Sekar Arum