10 Nakes Kontak Erat Pasien Covid-19, Begini Kabar Puskesmas Ngargoyoso Karanganyar
Ilustrasi Covid-19. (Istimewa/Freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sejumlah tenaga kesehatan atau nakes dan bidan desa diperbantukan di Puskesmas Ngargoyoso, Karanganyar, menyusul 10 nakes di puskesmas itu menjadi kontak erat pasien Covid-19.

Hal itu merupakan buntut adanya pasien yang pernah menjalani rawat inap di Puskesmas Ngargoyoso dinyatakan positif Covid-19. Nakes-nakes yang diperbantukan bertugas di layanan rawat jalan dan IGD.

Sementara, layanan rawat inap dan persalinan di Puskesmas Ngargoyoso untuk sementara ditutup. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar mengambil kebijakan memperbantukan nakes di puskesmas tersebut agar layanan kesehatan tetap jalan.

Selain Ngadirejo dan Pabelan, Ini 4 Keluarga Yang Juga Jadi Klaster Covid-19 Sukoharjo

Bagaimana pun, berkurangnya 10 nakes karena merupakan kontak erat dan harus menjalani isolasi mandiri serta tes swab memengaruhi layanan kesehatan di Puskesmas Ngargoyoso. Mereka menjalani isolasi mandiri dan swab test Covid-19 pada Selasa (29/9/2020).

Diberitakan sebelumnya, Puskesmas Ngargoyoso ditutup sementara waktu mulai Senin (28/9/2020) hingga batas waktu tidak ditentukan. Puskesmas itu tidak melayani pasien rawat inap dan persalinan, tetapi masih melayani pasien rawat jalan dan IGD.

"Pelayanan tetap jalan walaupun terbatas. Kami memberdayakan teman-teman di puskesmas pembantu [pustu]. Ada tiga orang dari pustu dan bidan desa. Kami cek pelayanan [di Puskesmas Ngargoyoso] berjalan baik. Kami juga sosialisasi supaya masyarakat tidak kecele. Kami koordinasi dengan kecamatan untuk mengumumkan kepada masyarakat," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Karanganyar, Dwi Rusharyati, saat ditemui wartawan, Selasa.

42 Pemohon Ingin Adopsi Bayi Laki-Laki di Gorong-Gorong di Banyudono Boyolali

Bangsal Rawat Inap Terpisah

Dwi menyampaikan Dinkes melibatkan nakes di puskesmas pembantu Kecamatan Ngargoyoso dan bidan desa untuk mendukung pelayanan di Puskesmas Ngargoyoso. Puskesmas itu masih dapat melayani pasien rawat jalan dan IGD karena bangsal rawat inap terpisah dari tempat pelayanan kesehatan awal.

"Kebijakan kami agar akses pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu. Pasien yang harus mendapatkan perawatan khusus di puskesmas maka akan dirujuk ke puskesmas terdekat ataupun rumah sakit. Pelayanan rawat inap menunggu hasil swab test Covid-19," ungkap dia.

Tak Cuma di Jalan Raya, Razia Masker di Boyolali Juga Sasar Pusat Perbelanjaan

Dwi menyampaikan jumlah tenaga kesehatan dan medis di Kabupaten Karanganyar cukup, dengan catatan dalam kondisi normal. Tetapi, kondisi saat ini, pandemi Covid-19 berdampak terhadap pelayanan kesehatan.

Apalagi, tidak ada yang bisa memprediksi kapan pandemi berakhir. “Maka dari itu kami harus menjaga imunitas dan kesehatan [tenaga medis dan kesehatan]. Mereka jangan sampai terforsir. Ibarat perang, mereka sudah gas di depan. Padahal kasus semakin hari meningkat. Jangan sampai saat dibutuhkan malah drop,” ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom