WARGA LAWAN FPI
Kalangan MPR Ajak NU & Muhammadiyah Cari Cara Bubarkan FPI

lambang MPR

lambang MPRSolopos.com, JAKARTA — Sepertinya kebencian publik terhadap Front Pembela Islam (FPI) pascainsiden perlawanan warga Kendal, Jawa Tengah terhadap razia liar yang dilakukan organisasi kemasyarakatan (ormas) itu, Kamis (18/7/2013) lalu, sudah membatu di ubun-ubun. Bahkan kalangan MPR pun secara terbuka mengajak dua ormas Islam terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah untuk bertemu guna membahas cara pembubaran FPI.

Ajakan kepada NU dan Muhammadiyah itu, Rabu (24/7/2013), dikemukakan secara terbuka oleh Wakil Ketua MPR Melanie Leimena Suharly melalui wartawan di Jakarta. Menurut dia, NU dan Muhammadiyah perlu bersepakat untuk membubarkan ormas yang dianggap publik telah mencoreng moreng nama baik Islam dan Indonesia dengan aksi kekerasan mereka itu.

“Kita harus berkumpul bersama-sama dengan unsur NU, Muhammadiyah, membahas FPI. Nanti celah mana yang bisa digunakan dari UU Ormas terhadap FPI. Jangan ada pelanggaran HAM terkait FPI ini,” kata Melanie, Rabu. UU Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang dimaksud Melanie adalah UU baru yang disahkan DPR, Selasa (2/7/2013) lalu, dan sempat kontroversial karena ditentang oleh sebagian aktivis ormas di Indonesia, termasuk sebagian kalangan NU dan Muhammadiyah.

Dia menilai masyarakat juga menentang FPI yang beberapa waktu belakangan ini semakin transparan mengabaikan kehendak publik terkait standar moral dan sosial bangsa Indonesia. “Saya pribadi, apa yang dilakukan FPI sudah bertentangan dengan moral dan sosial,” tegasnya.

Bukan isapan jempol. Solopos.com mencatat berbagai kalangan menentang aktivitas FPI. Kritik bukan hanya datang dari masyarakat tetapi juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan kalangan muda warga Indonesia yang akrab dengan Internet menunjukkan sikap mereka dengan meretas situs resmi ormas itu.

Tetapi sebelum membubarkan FPI, menurut Melanie, harus ada proses dialog terlebih dahulu. Pasalnya, imbuh dia, bubar membubarkan mesti dipayungi aturan yang jelas. Untuk itu, dia mengusulkan kepada Ketua MPR Sidarto Danusubroto agar segera berkomunikasi dengan NU dan Muhammadiyah guna membahas FPI. “Saya akan usulkan ke pimpinan MPR untuk segera berkomunikasi dan membahas soal FPI terkait pembubaran FPI,” katanya.

Ia mengingatkan FPI untuk tidak lagi melakukan aksi kekerasan mengatasnamakan Islam. “Mereka cuma mengatakan menegakkan syariat Islam. Tapi ini kan negara Pancasila, mengutamakan Bhinneka Tunggal Ika yang mempersatukan NKRI. Nah FPI juga harus melihat unsur itu,” tegas Melanie.

Editor: | dalam: Peristiwa |

9 Komentar pada “WARGA LAWAN FPI : Kalangan MPR Ajak NU & Muhammadiyah Cari Cara Bubarkan FPI”

  1. tegas
    24 Juli 2013 pukul 20:12

    Cara’y: cabut sk fpi dan jngan dimasukkan ke dlm organisasi keagamaan!!!

  2. pekok dewe
    25 Juli 2013 pukul 08:04

    Peran.surat kabar lebih cenderung sebagai media profokator. Yang pasti bagi manusia yang meyakini agamanya tak bisa alquran dan sunah disuruh mengikuti manusianya atau quran disuruh mengikuti pancasila. Karena hukum Allah adalah tegas dan pasti. Tidak seperti hukumnya indonesia yg bisa dibeli atau direkayasa ditukar dengan duit silit.

  3. hr
    25 Juli 2013 pukul 08:23

    bubarkan FPI

  4. mochammad
    25 Juli 2013 pukul 16:45

    Bubarkan FPI

  5. amad kiply
    26 Juli 2013 pukul 03:41

    bubarkan fpi.. agar kami bebas bermesum ria!!
    bubarkan fpi.. agar kami bebas berjudi!!
    bubarkan fpi.. agar generasi kami bebas membeli miras!!
    dan lain2…!!!
    naudzubillah……

    • Ardini
      31 Juli 2013 pukul 07:47

      amad kiply…
      Memang itu yang diidam2kan musuh Islam…kebobroan moral..

  6. ANTI MAKSIAT
    26 Juli 2013 pukul 09:10

    KALAU … SEMUA ANGGOTA MPR, DPR, PEMERINTAH PAHAM DAN MENJALANKAN AKIDAHNYA, AANTARA LAIN TIDAK MEMBERIKAN IJIN LOKALISASI, TIDAK MENGATUR MIRAS DAN MEMAHAMI RIBA YANG BENAR, TIDAK USAH DIBUBARKAN KALU HAL TSB DIJALANKAN FPI AKAN DENGAN LEGOWO BUBAR …INSYAALLOH.

    • Ardini
      31 Juli 2013 pukul 07:43

      Bisanya bubarkan aja…Hai pemerintah FPI itu akan bubar sendiri kalau loo..tidak memberi ijin lokalisasi, tidak memberi ijin kepada pabrik Miras..Bego lo..kalau gak ada FPI maksit akan semakin parah…sekali lagi bego loo…

  7. Maya
    26 Juli 2013 pukul 15:28

    Bagaimana orang tahu bahwa kita mengajak kebaikan jika dengan cara yang tidak baik?

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.

Menarik Juga »