PERTEMUAN TOILET DUNIA : Solo Manfaatkan World Toilet Summit untuk Promosi Pariwisata

Selasa, 23/7/2013
Naning Adiwoso (Ketua Asosiasi Toilet Indonesia), Djoko Mursito (Kementerian Pekerjaan Umum),  Bakri (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Jack Sim (Pendiri World Toilet Organization), Nugroho Tri Utomo (Direktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), Eny Tyasni Susana (Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Surakarta), Irvan Mahidin (perwakilan Radyatama Event Organizer) (Ki-Ka: Naning Adiwoso (Ketua Asosiasi Toilet Indonesia), Djoko Mursito (Kementerian Pekerjaan Umum),  Bakri (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Jack Sim (Pendiri World Toilet Organization), Nugroho Tri Utomo (Direktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), Eny Tyasni Susana (Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Surakarta), Irvan Mahidin (perwakilan Radyatama Event Organizer) (dari kiri ke kanan) berfoto bersama setelah konferensi pers World Toilet Summit 2013 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (22/7/2013).Naning Adiwoso (Ketua Asosiasi Toilet Indonesia), Djoko Mursito (Kementerian Pekerjaan Umum), Bakri (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Jack Sim (Pendiri World Toilet Organization), Nugroho Tri Utomo (Direktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), Eny Tyasni Susana (Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Surakarta), Irvan Mahidin (perwakilan Radyatama Event Organizer) (Ki-Ka: Naning Adiwoso (Ketua Asosiasi Toilet Indonesia), Djoko Mursito (Kementerian Pekerjaan Umum), Bakri (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Jack Sim (Pendiri World Toilet Organization), Nugroho Tri Utomo (Direktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), Eny Tyasni Susana (Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Surakarta), Irvan Mahidin (perwakilan Radyatama Event Organizer) (dari kiri ke kanan) berfoto bersama setelah konferensi pers World Toilet Summit 2013 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (22/7/2013).

Solopos.com, JAKARTA — Organisasi toilet dunia, World Toilet Organization (WTO) dengan menggandeng Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) berencana mengampanyekan akses sanitasi sehat di Solo dengan menggelar World Toilet Summit 2013 di The Sunan Hotel Solo, 2-4 Oktober 2013. Pemkot Solo pun tak mau menyia-nyiakan momentum itu dan segera bersiap memanfaatkannya untuk promosi wisata.

Eny Tyasni Susana, selaku Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemkot Solo yang mewakili Walikota Solo mengatakan saat konferensi pers World Toilet Summit 2013 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (22/7/2013). berterima kasih atas apresiasi yang diberikan untuk digelarnya World Toilet Summit 2013. “Kami siap menyambut World Toilet Summit 2013. Ini bentuk komitmen kami dalam pelayanan ke masyarakat khususnya perihal sanitasi sehat,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam acara tersebut selain masalah sanitasi dan toilet juga menjadi suatu kesempatan untuk diperkenalkannya budaya Indonesia khususnya Solo. “Pengenalan budaya juga penting untuk kami terhadap masyarakat luas,” tegasnya.

Dengan mengangkat tema “Rural Meets Urban Sanitation” kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam peningkatan sanitasi yang lebih baik. “Kami sangat berharap pelaksanaan World Toilet Summit di Indonesia tahun ini bisa meningkatkan kesadaran akan kebutuhan sanitasi di Indonesia dan mendorong langkah nyata untuk mengatasi masalah ini,” terang Jack Sim selaku pendiri World Toilet Organization.

Acara World Toilet Summit 2013 akan diisi dengan berbagai program acara seperti Summit Session, Training On Trainers, Pameran, Program Sosial serta World Toilet Carnival. Indonesia terpilih sebagai lokasi pertemuan membahas jamban dunia itu karena akses sanitasi sehat di negara ini baru dinikmati sekitar 55% penduduk. Tetapi menurut Ketua Umum Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) Naning Adiwoso tak menyebut kondisi paling memprihatinkan dalam fenomena itu berada di Solo, melainkan justru karena Kota Bengawan dinilai sebagai kota yang paling aktif dalam merespons dan menggiatkan isu-isu sanitasi.