Minggu, 27 Februari 2011 22:16 WIB Klaten Share :

Kawanan perampok jarah brankas berisi Rp 22 juta

Klaten (SOLOPOS.com)--Kawanan perampok yang diduga berjumlah enam orang membawa kabur brankas berisi uang tunai Rp 22 juta di PT WS, Jalan Jogja-Solo, Desa Meger, Kecamatan Ceper, Klaten, Minggu (27/2). Para pelaku dalam aksinya memakai senjata tajam dan Senpi untuk mengancam dan kemudian menyekap Satpam serta sejumlah pekerja bangunan yang menginap di pabrik.

Keterangan yang dihimpun Espos, kejadian itu bermula saat Satpam pabrik, Suparjono, 30, warga Desa Wonosari, Trucuk, Klaten berjaga di pos Satpam dengan rekannya, Nugroho, 27. Sekitar pukul 02.30 WIB, tiba-tiba datang enam orang tak dikenal yang langsung mengancam saksi supaya tak berteriak meminta tolong. Kedua Satpam itu tak mampu berkutik karena kalah jumlah dan pelaku menodong mereka dengan Sajam.

Para pelaku lalu mencari dan menyekap tiga pekerja bangunan yang menginap di dekat pos Satpam. Selanjutnya, para saksi dikumpulkan di satu tempat dan diikat. Salah seorang pelaku menjaga para saksi yang disekap sedangkan pelaku lainnya masuk ke kantor pabrik. Setelah puas menobrak-abrik isi kantor, para pelaku keluar sambil membawa brankas. Pelaku kemudian meninggalkan pabrik itu menggunakan mobil yang diparkir di depan.

Setelah para pelaku kabur, para saksi berteriak meminta tolong Satpam lain. Mereka berhasil membuka ikatan dan melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Aparat Polsek Ceper dan Polres Klaten segera datang ke lokasi dan melakukan olah kejadian tempat perkara (TKP).“Kejadiannya sangat cepat dan kondisinya gelap. Jadi wajah para pelaku tak kelihatan,” papar saksi Suparjono dalam keterangannya kepada petugas.

Kapolres Klaten, AKBP Agus Djaka Santosa saat dimintai konfirmasi mengatakan kasus itu masih dalam proses penyelidikan. “Kami masih mendalami keterangan para saksi,” jelasnya. Sementara pelaku yang ditengarai berjumlah lebih dari satu orang masih diburu.

rei

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…