News
Sabtu, 5 Juni 2010 - 21:39 WIB

JK: Perdamaian di Palestina mustahil

Redaksi Solopos.com  /  Arif Fajar Setiadi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Makassar-– Konflik Palestina dan Israel mustahil diakhiri dengan perdamaian. Terlalu banyak kepentingan terhadap krisis yang terjadi sejak puluhan tahun lalu itu.

“Perang Palestina dan Israel tidak akan selesai jika tidak ada komitmen dari pihak yang bertikai. Komitmen saling memaafkan dan menyelesaikan konflik mustahil akan terjadi jika bukan mereka sendiri yang melakukannya,” ungkap mantan Wapres Jusuf Kalla dalam seminar internasional bertajuk ‘Peace for Palestina, in Imam Komeini’s View’ di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sabtu (5/6).

Advertisement

Menurut Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini, konflik antara Palestina dan Israel tidak hanya melibatkan dua pihak melainkan sedikitnya ada enam pihak yang terlibat. Mulai dari Hamas, Patah, Ramallah dan Gaza serta Israel sendiri.

Belum lagi, negara-negara yang memiliki kepentingan dengan situasi makin memburuknya konflik di Timur Tengah dengan mengambil keuntungan dari harga minyak.

Berdasarkan pengalamannya menjadi penengah konflik yang pernah terjadi di Indonesia, tambah Jusuf Kallakonflik Palestina dan Israel sangat berbeda dengan konflik di Ambon, Aceh, Poso, di Moro Filipina maupun Thailand. Bukan pula konflik antar agama.

Advertisement

Ia menuturkan, kecaman terhadap Israel itu hanya banyak terjadi di Indonesia, bahkan ia sendiri telah ikut demo menentang serangan Palestina saat JK masih duduk di bangku SMA. Namun, ia menegaskan, kecaman dan kutukan dari negara-negara Arab dan Islam lainnya hampir tidak ada.

Pasalnya, dari sekitar 36 negara dengan penduduk mayoritas Islam 75% di antaranya adalah negara miskin dan 25% lainnya negara kaya yang mendapat untung dari naiknya harga minyak dunia akibat krisis teluk, Timur Tengah dan konflik Palestina-Israel.

“Karena itu, konflik di timur Tengah itu tidak akan selesai tanpa komitmen negara-negara yang bertikai sendiri, yang berkepentingan dan ini pernah saya katakan ketika pertemuan Negara-negara Arab di Riyad saat menjadi Wapres. Saya katakan kalian tidak serius menyelesaikan konflik ini karena negara-negara kaya minyak bisa bangkrut,” pungkasnya.

Advertisement

inilah/rif

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif