Rabu, 3 November 2010 19:06 WIB News Share :

Pasca erupsi, pengungsi nonton lahar dingin

Sleman–Pasca erupsi dan hujan deras, luncuran lahar dingin Gunung Merapi memenuhi Kali Kuning, Umbulharjo, Sleman. Aliran lahar dingin ini jadi tontonan pengungsi yang sesaat sebelumnya panik menuruni lereng Merapi.

Seperti dilansir detikcom, Rabu (3/11) petang, dua sisi badan jembatan Kali Kuning sepanjang 20 meter penuh kerumunan warga.

Sedemikian besar rasa ingin tahu mereka terhadap lahar dingin, membuat beberapa di antaranya nekat menuruni bagian sisi dinding samping jembatan yang sekaligus pintu air itu.

Anggota SAR yang melihat aksi iseng tersebut spontan saja meniup peluit dan meneriakinya.

“Dilarang nyemplung (nyebur) kali! Ayo naik! Cepetan naik!” serunya.

“Cuma pengen weruh rasane lahar dingin (cuma ingin tahu rasanya lahar dingin) kok Mas,” gerutu seorang pemuda yang ditarik naik dari dinding sungai.

Menurut anggota SAR, kedalaman endapan pasir dari lahar dingin di Kali Kuning bervariasi antara 50 centimeter sampai 1 meter. Di atas endapan pasir itu mengalir lumpur dan air sisa hujan.

“Kalau material berat seperti batu-batuan, belum terdeteksi. Sejauh ini masih pasir dan kerikil,” ujar Mas petugas SAR.

Pasir sisa lahar dingin itu mengendap, sebab tertahan pintu air Kali Kuning. Endapan itu merupakan belerang, yang meski tipis saja tapi tetap membuat sesak nafas bisa Anda tidak mengenakan masker pelindung saluran nafas.

Daerah aliran sungai setelah jembatan, tergolong bebas dari endapan pasir. Pepohanan dari hutan belantara di sisi kiri dan kanannya masih berdiri tegak, sebab hingga kini luncuran awan panas belum sampai menyentuh lokasi yang berjarak lebih dari 10 Km dari puncak Merapi.

Sekitar 500 meter dari jembatan, terdapat balai desa Umbulharjo yang difungsikan sebagai pengungsian.

Menyusul erupsi pada pukul 15.15 WIB, bangunan tersebut kini hanya diisi petugas SAR sebab pengungsi dipindahkan ke Wukirsari dan pengungsian lain sekitarnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…