Kamis, 23 September 2010 12:16 WIB News Share :

Mensesneg tak habis pikir dengan Yusril

Jakarta–Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, tidak habis pikir dengan tindakan Yusril Ihza Mahendra, yang menggugat status Jaksa Agung.

Sudi mengaku tidak mengerti dengan Yusril. Mengapa Jaksa Agung Hendarman dikatakan ilegal. Padahal, Yusril ikut dalam men-draf Keputusan Presiden (Kepres) Kabinet Indonesia Bersatu jilid I.

Sudi mengutip pernyataan Yusril dari salah satu koran harian tanggal 12 Juni 2010. Yusril pernah bilang Jaksa Agung tetap sah selama Kepres belum dicabut oleh Presiden.

Sudi semakin ‘geleng-geleng kepala’. Ternyata, pada periode Yusril menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM, UU no 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, diundangkan.

“Saya tidak mengerti, seorang profesor hukum,” ujar Sudi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/9).

Yusril mengajukan permohonan uji materil UU No 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI terhadap Pasal 1 ayat 3 dan Pasal 28D ayat 1 UUD 1945.

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan Yusril, Rabu (22/9). Ketua MK Mahfud MD berpendapat jabatan Hendarman sebagai Jaksa Agung semestinya habis seiring dengan habisnya jabatan Presiden dan jajaran kabinet Indonesia Bersatu jilid I.

Karena, presiden tidak menerbitkan lagi pengangkatan Hendarman sebagai Jaksa Agung bersama jajaran Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua yang dilantik pada 22 Oktober 2009.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…