5demokratdalam
Kamis, 5 Agustus 2010 12:29 WIB News Share :

Demokrat tidak akan pecat As'ad

Jakarta--Politisi Demokrat As’ad Syam ditangkap oleh Kejaksaan Agung, setelah menjadi buron terkait kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), di Sungaibahar, Muarojambi, tahun 2004.

Meski berurusan dengan hukum, Partai Demokrat tidak akan memecat As’ad.

“Berpartai itu kan hak asasi seseorang dan hak atas kebebasan untuk menyatakan pendapat, tidak ada urusan dengan itu (dengan proses hukum As’ad),” kata Ketua Departemen Penegakan Hukum Partai Demokrat Benny K Harman, kepada detikcom, Kamis (5/8).

Dia mengatakan, bukan hanya As’ad yang mengalami kejadian seperti ini. Yang terpenting, selama proses hukum berjalan, yang bersangkutan harus menjalaninya dan partai tak berhak untuk mengintervensi.

“Partai tidak akan melindungi kadernya yang menghadapi persoalan hukum, yang jelas status hukum seseorang tidak akan menghilangkan haknya sebagai warga negara dalam status politiknya. Dia tetap punya hak politik,” jelas Ketua Komisi III DPR ini.

Dia juga menegaskan, partai juga tidak lantas tercemar dengan kejadian itu. Alasannya, Demokrat bukanlah partai yang membatasi seseorang pada siapa pun yang ingin bergabung.

“Tapi jangan malah berpikir kalau dengan masuk Demokrat dia akan dilindungi,” ungkap dia.

Benny juga menegaskan bahwa, kejadian ini bukan berarti Demokrat tidak selektif memilih anggota yang masuk dalam partai.

“Oh kita sangat selektif, tapi saat dia mencalonkan yang bersangkutan kan telah dinyatakan bebas. Tapi jaksa ajukan kasasi, kalau dia bersalah mana mungkin kita terima,” tandasnya.

dtc/nad

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Paradoks Kesehatan Tenaga Medis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (1/7/2017). Esai ini karya Isna Rahmawati Retnaningsih, mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret yang berpengalaman praktik kebidanan. Elamat e-mail penulis adalah rahmawatiisna.ir@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dunia kesehatan Indonesia kembali berduka. Pada Senin…