Zonasi PPDB SMPN Bikin Galau, Pemkot Solo Didesak Keluarkan Juknis
Ilustrasi pelajar (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo didesak segera mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) maupun petunjuk teknis (Juknis) dari Dinas Pendidikan (Disdik) tentang zonasi SMPN dan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru  (PPDB) tahun ajaran 2018/2019.

Sebab, banyak orang tua siswa kebingungan bagaimana hendak mendaftarkan anak-anak mereka yang sudah lulus sekolah dasar (SD).

Salah satu wali murid, Ginda Ferachtriawan, mengaku belum bisa menentukan mau mendaftarkan anaknya ke SMPN mana karena belum ada aturan yang lebih jelas. Padahal anaknya bakal menerima pengumuman kelulusan SD pada 4 Juni 2018 mendatang

“Sebentar lagi anak saya lulus, tapi belum tahu dia bisa masuk SMPN mana karena zonasinya tak juga ditetapkan. Padahal kami sudah punya kriteria sendiri soal SMP yang diinginkan. Pada akhirnya kami hanya menunggu tanpa kejelasan sementara PPDB segera digelar,” tutur Ginda kepada wartawan, Rabu (30/5/2018).

Menurutnya, semestinya Pemkot dalam hal ini Dinas Pendidikan mematangkan terlebih dahulu aturan seperti Juknisnya. Dengan demikian, jika regulasinya sudah jelas, maka tinggal diterapkan ke sekolah-sekolah. Akan tetapi, pada kenyataannya saat anak-anak kelas VI SD hampir lulus, kebijakan ini tak juga menemui titik terang.

“Seandainya kami wali murid sudah tahu sejak lama karena regulasi juga telah dibuat, maka kami bisa mempersiapkan diri hendak kami daftarkan ke mana anak kami. Di samping itu, setidaknya kami juga punya bayangan seperti apa. Akan tetapi, ini belum jelas semuanya,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim, turut mendesak pihak terkait agar segera merampungkan penggodokan regulasi yang nantinya bakal jadi acuan pendidikan di Kota Solo.

“Adanya sistem zonasi khususnya SMPN ini jangan sampai justru membuat orang tua murid bingung. Maka dari itu, segera sosialisasi baik itu lewat media seperti televisi lokal, dialog di radio atau pun koran. Meskipun nantinya pada pelaksanaannya di lapangan akan sangat berbeda,” jelasnya.  

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom