Zona Merah & Oranye Tak Sentuh RT saat PPKM Mikro di Klaten

Pemkab Klaten memastikan tak ada RT yang masuk kriteria zona merah dan oranye Covid-19 sesuai parameter PPKM mikro.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi karantina. (Freepik.com)

Solopos.com, KLATEN — Pemkab Klaten memastikan tak ada RT yang masuk kriteria zona merah dan oranye Covid-19 sesuai parameter pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Mayoritas RT berada di zona hijau.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, ada 9.592 RT yang tersebar di 401 desa/kelurahan 26 kecamatan. Dari ribuan RT itu, ada 343 RT yang masuk kriteria zona kuning. Sementara, sisanya atau 9.249 RT masuk kriteria zona hijau seperti yang diatur dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) No 3/2021.

Sesuai Inmendagri No 3/2021, ada pembagian empat zona pengendalian wilayah hingga RT yakni zona hijau, kuning, oranye, serta merah. RT yang masuk kriteria zona hijau yakni tidak ada kasus Covid-19 di satu RT.

Baca Juga: Kristen Gray Dideportasi Via Bandara Soekarno-Hatta

Sementara itu, RT yang masuk kriteria zona kuning jika terdapat satu sampai lima rumah dengan kasus terkonfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir. RT yang masuk kriteria zona oranye jika terdapat enam sampai 10 rumah dengan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam satu RT selama tujuh hari terakhir. RT yang masuk kriteria zona merah jika terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus terkonfirmasi positif dalam satu RT.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo, memastikan tak ada zona merah dan oranye di Klaten. Zona pengendalian wilayah yang ada yakni zona kuning serta zona hijau. “Sesuai ketentuan, kami fokus pada yang zona kuning. Skenario pengendaliannya dengan menemukan kasus suspek serta melacak kontak erat.

Isolasi Mandiri

Kemudian melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat. Tidak sampai pada penutupan tempat ibadah, arena bermain, dan tempat umum lainnya,” kata Cahyono saat ditemui di Setda Klaten, Senin (15/2/2021).

Cahyono mengatakan penentuan zona RT selama PPKM mikro berlaku pada 9-22 Februari 2021 berbeda dengan penentuan zona risiko Covid-19 tingkat kabupaten yang selama ini sudah berjalan. Penentuan zona risiko selama ini dilakukan menggunakan 14 indikator. Sementara, penentuan zona tingkat RT berdasarkan jumlah rumah yang terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di satu RT.

Baca Juga: Akhirnya, Dayana Jadi Trending Topic Twitter Juga

Bupati Klaten, Sri Mulyani, juga memastikan tak ada RT di Klaten yang masuk kategori zona merah maupun oranye sesuai Inmendagri. “Yang ada itu zona hijau dan kuning,” ungkap dia.

Disinggung upaya pengendalian Covid-19 selama PPKM mikro, Mulyani mengatakan selain pemetaan pengendalian hingga ke tingkat RT, pelaksanaan 3T (tracing, testing, dan treatment) diperkuat. Mulyani menjelaskan penguatan 3T difokuskan ke wilayah RT yang masuk kategori zona kuning.  “Kami masih rapatkan bersama Kodim dan Polres membahas tentang PPKM mikro ini,” kata Mulyani.

Mulyani mengatakan pendataan sedang berjalan untuk memetakan stok alat tes antigen yang ada di Dinkes maupun BPBD. “Kami data di Dinkes ada stok antigen berapa dan BPBD berapa. Dengan stok ini akan dilakukan 3T untuk RT-RT yang zona kuning. Ada bantuan antigen dari Kemenkes maupun BNPB ada juga antigen yang pengadaan sendiri dari pemkab,” kata Mulyani.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

 

Berita Terbaru

Wajib Dibentuk, Tugas Satgas PTM di Sekolah Ternyata Banyak

Solopos.com, SRAGEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memulai simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin (29/3/2021) hingga Sabtu (3/4/2021)....

Banyak Warga Takut Divaksin Covid-19, Pemdes Bedoro Sragen Lakukan Ini

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Desa (Pemdes) Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, mendata warganya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Sembari mendata warga, Pemdes...

Patroli Protokol Kesehatan Jalan Terus, Sasar Tempat Tongkrongan Warga Sragen

Solopos.com, SRAGEN — Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...

Lomba Antarpelajar SD/MI di Sragen Digelar dengan Protokol Kesehatan Ketat

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 15 siswa sekolah dasar/madrasah ibtidaiah (SD/MI) mampu menembus babak final lomba cerdas cermat, lomba cover...

Cegah Kasus Corona B117, Satgas Covid-19 Klaten Minta Ini Kepada Warga

Solopos.com, KLATEN -- Satgas Penanganan Covid-19 Klaten menyatakan hingga kini belum ada warga Kabupaten Bersinar yang terpapar virus corona...

Pedagang Pasar Bahulak Sragen Pasang Lapak Berplastik Demi Tangkal Corona

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah wastafel berjajar di depan gapura masuk Pasar Bahulak di Dukuh Sawahan, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh,...

Anggota Polres Sragen Ikuti Vaksinasi Demi Buktikan Vaksin Covid-19 Aman

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 578 anggota Polres Sragen sudah menjalani penyuntikan vaksin Covid-19. Mereka membuktikan bila vaksin aman dipakai...

17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Sebuah wastafel yang berfungsi jika penggunanya menginjak pedal yang berada di bagian bawah terpasang di depan...

Bantu Nakes Lacak Kontak Erat, 177 Bhabinkamtibmas Ikuti Pelatihan 3T

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 177 orang bhabinkamtibmas Polres Karanganyar mendapatkan pelatihan sebagai pelacak Covid-19. Dalam waktu dekat, mereka akan...

PMI Solo Jadikan Rumah Sakit Institusi Pertama Jaring Donor Plasma

Solopos.com, SOLO — Masih ada antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dari PMI Kota Solo. Semua pihak berkepentingan berkomitmen...