Yusuf Mansur Janji Bayar Gaji Karyawan Paytren, Diberi Waktu 2 Pekan

Yusuf Mansur baru akan mulai mencicil gaji karyawan Paytren itu per April 2023 mendatang.

 Ishaf (kanan) dan beberapa karyawan Paytren lainnya belum mendapat gaji setelah dirumahkan sejak beberapa waktu lalu. (Thayyibah Channel)

SOLOPOS.COM - Ishaf (kanan) dan beberapa karyawan Paytren lainnya belum mendapat gaji setelah dirumahkan sejak beberapa waktu lalu. (Thayyibah Channel)

Solopos.com, BANDUNG — Pendakwah Ustaz Yusuf Mansur bersedia membayar gaji 14 karyawan PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren) yang menunggak lebih dari 20 bulan dengan cara mencicil.

Namun Yusuf Mansur baru akan mulai mencicil gaji karyawan Paytren itu per April 2023 mendatang.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Kesediaan Yusuf Mansur itu langsung ditolak mentah-mentah oleh 14 karyawan Paytren. Mereka memberi waktu dua pekan bagi Yusuf Mansur untuk membayar gaji mereka yang sudah terkatung-katung sejak lama.

“Perusahaan Yusuf Mansur bersedia mencicil tapi mulai April 2023. Kami tidak mau. Ini hanya cara untuk mengulur-ulur waktu. Ya kalau keuangan perusahaan sehat, kalau ternyata kemudian diputus pailit bagaimana?” ujar Zaini Mustofa, pengacara 14 karyawan Paytren kepada Solopos.com, Sabtu (2/7/2022).

Baca Juga: Cerita Yusuf Mansur Dilaporkan ke Mabes Polri lalu Kembalikan Uang

Zaini Mustofa mengungkapkan, Yusuf Mansur sepakat untuk membayar gugatan 14 karyawan Paytren namun nilainya tak sebesar tuntutan mereka yakni Rp615 juta.

Menurutnya, Yusuf Mansur hanya bersedia membayar Rp451 juta dengan cara dicicil enam bulan.

“Jadi setelah mereka hitung ulang, kesepakatan pembayarannya gak nyampe Rp 616 juta, hanya Rp451 juta. Kami gak masalah nilainya, yang penting klien saya dapat uang yang merupakan hak mereka,” kata Zaini lagi.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Limpahkan Kasus Yusuf Mansur ke Polsek Ciracas

Seperti diberitakan, PT VSI (Paytren) milik Yusuf Mansur digugat bipartit oleh 14 karyawannya sejak beberapa waktu yang lalu.

PT VSI tidak membayarkan gaji ke-14 karyawan itu sejak lebih dari 20 bulan yang lalu.

Salah satu karyawan Paytren yang menggugat menyatakan sebenarnya banyak lagi karyawan yang mengalami nasib serupa.

Baca Juga: Babak Baru Paytren Yusuf Mansur

“Namun yang baru menggugat 14 orang. Sepertinya akan ada gugatan susulan,” ujar karyawan yang meminta dirahasiakan namanya itu kepada Solopos.com, Sabtu.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Nyanyi di Istana, Farel Prayoga Bikin Jokowi Senyum-Prabowo Joget

      Penampilan penyanyi cilik Farel Prayoga di Istana Merdeka, Rabu (17/8/2022) membuat Presiden Jokowi dan para pejabat RI terhibur.

      Buton Trending Topic Berkat Jokowi Pakai Baju Adat Dolomani di HUT RI

      Penampilan Jokowi memakai baju adat Buton di Upacara HUT ke-77 RI, Rabu (17/8/2022) menjadi trending topic di Twitter.

      Profil I Dewa Ayu Asal Kudus, Pembawa Bendera Upacara HUT ke-77 RI 2022

      Inilah profil I Dewa Ayu, siswi SMA N 2 Kudus yang bertugas sebagai pembawa bendera di upacara HUT ke-77 RI, Rabu (17/8/2022).

      Spesial! Ini Makna Baju Adat Buton Dipakai Jokowi di HUT ke-77 RI

      Presiden Jokowi memakai baju adat Buton dalam perayaan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Rabu (17/8/2022).

      Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Bambu Runcing dan Granat Kolang-Kaling

      Setelah Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada Jumat 17 Agustus 1945, gelora revolusi segera merambat ke mana-mana.

      Inilah 16 Parpol Tak Lolos Tahap Pendaftaran Peserta Pemilu 2024

      Sebanyak 16 parpol ini tidak mampu melengkapi berkas yang dibutuhkan.

      Thrifting dan Dilema Ancaman Kesehatan atau Menjaga Bumi

      Budaya thrifting atau menggunakan kembali baju bekas yang menjadi tren sejak puluhan tahun lalu ditentang pemerintah lantaran memiliki ancaman kesehatan yang serius, meski aksi ini bertujuan mencintai bumi karena menekan laju produksi tekstil.

      Kasus di Jiwasraya, Asabri, dan Garuda, Jokowi: Hukum Harus Adil

      Jokowi menyebut perlindungan hukum, sosial, politik, dan ekonomi untuk rakyat harus terus diperkuat.

      Sejarah Hari Ini: 17 Agustus 1945, Kemerdekaan Indonesia

      Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 17 Agustus.

      Ahli Komunikasi Ingatkan Hati-Hati Bermedsos, Pidana Mengancam

      Sikap hati-hati saat berbicara atau mengunggah pesan di media sosial penting, terutama yang terkait dengan masalah seks, agama, dan politik.

      Anies Baswedan: Ke Depan Hunian Jakarta Harus Vertikal

      Menurut Anies Baswedan ke depan hunian Jakarta harus vertikal.

      Didesak Ditangkap, Penyusun Skenario Ferdy Sambo Diperiksa Polisi

      Penyusunan skenario baku tembak itu disusun Fahmi dan Ferdy Sambo, tak lama setelah Brigadir J tewas ditembak.

      Deolipa Yumara Laporkan Pengacara Bharada E ke Polres Jaksel

      Pelaporan itu terkait pernyataan Ronny bahwa pengacara Bharada E sebelumnya terlalu banyak manggung.

      Pakar: Ferdy Sambo Sengaja Pilih Rumdin untuk Bunuh Brigadir J

      Pakar menilai rumah dinas justru sengaja dipilih Ferdy Sambo karena dianggap paling aman untuk membuat alibi.

      5 Kebohongan Ini Antar Ferdy Sambo ke Penjara

      Aneka kebohongan Ferdy Sambo terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) terbongkar.

      Jumlah Kapal Selam Indonesia Seusai Kehilangan KRI Nanggala 402

      Nah berikut ini Solopos.com sajikan informasi mengenai jumlah kapal selam di Indonesia.