Tutup Iklan

Yusril Sebut Mubazir Jika Benih Lobster Dilarang Diekspor

Yusril Ihza Mahendra menyebut larangan mengekspor benih lobster adalah hal yang mubazir mengingat kebijakan budidaya lobster di dalam negeri tak jelas.

 Ilustrasi baby lobster. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi baby lobster. (Freepik.com)

Solopos.com, JAKARTA — Yusril Ihza Mahenda melihat pemerintah tidak serius membudidayakan lobster di dalam negeri. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya kebijakan yang jelas mengenai budi daya lobster.

Pada Senin (18/10/2021), Yusril menjelaskan berdasarkan data Komisi Pengkajian Stok Ikan (Kajiskan) Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) diketahui untuk 2021, jumlah benih lobster di alam bebas adalah 278,3 milyar ekor. Menurut perhitungan ahli, jika bibit sebanyak itu semuanya digunakan untuk budidaya, maka hasil lobster siap konsumsi di tahun 2021 ini adalah 92,76 juta ekor lobster siap konsumsi atau setara dengan 19.479 ton lobster.

Namun kenyataannya, kata Yusril, Kementerian KP hanya menargetkan hasil budidaya dalam negeri sebanyak 2.396 ton untuk tahun 2021. Padahal untuk menghasilkan jumlah 2.396 ton lobster konsumsi itu hanya diperlukan bibit benih lobster sebanyak 34.228.572.000 bibit bening saja atau hanya sekitar 15% dari bibit yang tersedia.

Baca Juga: Yusril Gugat Aturan Larangan Ekspor Benih Lobster, Ini Alasannya

“Sisanya sebanyak 244.039.717.000 ekor bibit atau sekitar 85% dibiarkan hidup di alam bebas dan sudah dapat dipastikan sebagian besar menjadi mangsa predator,” tutur Yusril.

Sebab itu, menurut Yusril, dia dan para ahli perikanan heran dengan kebijakan mubazir Menteri KP. Menteri melarang ekspor benih lobster dan membiarkannya musnah dimakan predator. Sementara ekspor benih lobster punya nilai jual yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan devisa negara malah dilarang.

“Kalau mimpinya negara kita menjadi eksportir lobster terbesar di dunia, harusnya Pemerintah melarang ekspor secara bertahap sesuai kemampuan daya tampung budidaya dalam negeri,” terangnya.

Menurut Yusril, mestinya Menteri KP mencontoh larangan ekspor bijih nikel yang dulu disarankannya kepada Pemerintah SBY. Larangan ekspor bijih nikel dilakukan bertahap. Kuota ekspor ditetapkan. Pengusaha yang diizinkan mengekspor adalah pengusaha yang sedang membuat pabrik pengolahan dalam negeri.

Baca Juga: KPK Ungkap Edhy Prabowo Ditangkap terkait Penetapan Calon Eksportir Benih Lobster

Hasil ekspor digunakan untuk membiayai pembangunan industri pengolahan. Ketika industri pengolahan nikel dalam negeri sudah siap, maka larangan ekspor bijih nikel mulai diberlakukan.

“Larangan ekspor benih lobster mestinya juga demikian. Tetapkan kuota, awasi ekspor. Hasil ekspor digunakan oleh pengusaha untuk membangun fasilitas budidaya lobster dalam negeri. Kalau budidaya dalam negeri sudah optimal, maka barulah melarang ekspor benih,” bebernya.

Akibat kebijakan larangan ekspor benih lobster asal-asalan tanpa pikir panjang ini, kata Yusril, maka di zaman Susi Pudjiastusi bisnis ekspor benih lobster mengalami stagnasi. Budidaya dalam negeri juga tidak berkembang.

Di zaman Edhy Prabowo yang membolehkan ekspor dengan izin dan prosedur berbelit- belit, terjadilah tindak pidana korupsi. Menteri Edhy dan beberapa pejabat KKP ditangkapi oleh KPK.

Baca Juga: 17 Orang Ditangkap KPK dalam OTT Menteri KKP Edhy Prabowo

“Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono nampaknya hanya berkeinginan memulihkan citra Kementerian KP yang hancur akibat Menteri KP sebelumnya ditangkap KPK. Tiba-tiba dia mencabut izin ekspor benih lobster, sementara kewenangan melarang tidak ada lagi padanya karena sudah dicabut oleh Omnibus Law dan peraturan pelaksananya.”

“Pelarangan itu, bukan hanya tiba-tiba, tetapi juga tanpa aturan peralihan. Akhirnya yang menderita kerugian di tengah pandemi adalah para eksportir benih dan nelayan kecil di desa-desa. Pencitraan ternyata sangat mahal dan tega-teganya mengorbankan rakyat sendiri,” ujar dia


Berita Terkait

Berita Terkini

Cerita Wabup Lumajang: Warga Terjebak Erupsi Semeru, Kasihan Pak

BNPB menyiapkan dua unit helikopter untuk kebutuhan evakuasi korban letusan Gunung Semeru dan ada tiga satuan setingkat kompi TNI.

PVMBG: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Semeru Bisa Lebih Jauh

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan sebaran abu vulkanik Gunung Semeru bisa lebih jauh dari saat ini.

+ PLUS KND Bisa Mendegradasi Isu Hak Asasi Manusia Menjadi Urusan Sosial

Dalam kenyataan empiris, salah satu kesulitan terbesar selama ini adalah mentransformasikan disabilitas dari isu sosial menjadi isu hak asasi manusia.

10 Berita Terpopuler: Harga Tanah di Solo Baru, Kisah Pilu Novia

Ulasan tentang harga tanah di Solo Baru, Sukoharjo menjadi berite terpopuler di Solopos.com, Minggu (5/12/2021) pagi.

Gunung Semeru Meletus, Waspada Potensi Lontaran Batu Pijar di Puncak

Ada beberapa potensi bahaya akibat Gunung Semeru meletus yang perlu diwaspadai.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Semarang

Hari kedua, Minggu (5/12/2021), Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group bersiap mengeksplorasi beragam layanan digital di Prodia dan XL Axiata yang menjadi tulang punggung ekonomi digital di Jawa Tengah.

Gunung Semeru Meletus, Merapi & 2 Gunung Lain Siaga

Peristiwa Gunung Semeru meletus memengaruhi kondisi tiga gunung berapi lain termasuk Merapi yang saat ini berada dalam status siaga.

Inilah Penyebab Gunung Semeru Meletus

Badan Geologi menduga Gunung Semeru meletus akibat curah hujan yang membuat kondisi endapan lava tidak stabil.

Sejarah Hari Ini : 5 Desember 1957, Geger Peristiwa Sinterklas Hitam

Beragam kejadian bersejarah terjadi pada 5 Desember seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini, salah satunya peristiwa Sinterklas Hitam.

Polisi Temukan Bukti Bripda RB dan Korban Dua Kali Aborsi

Polisi temukan bukti aborsi dalam kasus bunuh diri mahasiswi Mojokerto.

Polda Jatim Tahan Bripda RB Terkait Bunuh Diri Novia Widyasari

Polda Jawa Timur menahan Bripda RB terkait kasus bunuh diri mahasiswi Mojokerto.

Jembatan Putus Akibat Lahar Semeru, Jalur Piket Nol Lumajang Ditutup

Jalur lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang lewat selatan di jalur Piket Nol ditutup total.

BMKG: Abu Vulkanik Semeru Tak Ganggu Penerbangan di YIA & Adi Soemarmo

BMKG menyebutkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru sejauh ini belum berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara YIA dan Bandara Adi Soemarmo.

Gunung Semeru Meletus, 8 Penambang Pasir Terjebak Abu Vulkanik

Sebanyak 8 penambang pasir di Kampung Renteng dikabarkan masih terjebak abu vulkanik akibat Gunung Semeru meletus.

Ditangkap! Siskaeee, Perempuan yang Pamer Organ Intim di Bandara YIA

Aparat kepolisian menyebut telah menangkap Siskaeee, perempuan yang terekam video dan viral tengah memamerkan organ intim di Bandara YIA.