Tutup Iklan
Owner Regar Sport Indonesia, Jumariyanto (Solopos-Oriza Vilosa)

Solopos.com, WONOGIRI – Regar Sport Indonesia berlokasi di Kaloran Wonogiri telah sukses menjadi usaha rumahan dengan omset miliaran rupiah. Untuk menjadikan usaha rumahan ini sukses, bos alias owner Regar Sport Indonesia (RSI), Jumariyanto melakukan terobosan-terobosan tak lazim.

Salah satunya mengembangkan bisnis RS dengan penguatan enam elemen 6M yakni man (manusia), money (modal), method (metode), market (pasar), machine (mesin), dan material (bahan baku). Elemen man atau SDM telah dibahas pada tulisan https://lifestyle.solopos.com/read/20190110/485/964403/jurus-6m-regar-sport-indonesia-cara-cerdik-kelola-sdm">Cara Cerdik Kelola SDM ala Regar Sport. Berikut ini Solopos.com akan mengulas elemen money:

Bisnis Modal Rp0

Inovasi Jumariyanto berhasil membuktikan bahwa bisnis dengan modal Rp0 bisa menghasilkan omzet miliaran rupiah. Hal itu bukan perkara mudah.

Regar Sport mula-mula dibangun dari laba yang didapat dari usaha reseller jersey voli. Laba itu ditanam kembali sebagai modal, lalu bikin produksi kecil-kecilan. Laba hasil produksi ditanam lagi menjadi modal. Begitu seterusnya.

Pada 2015, Jumariyanto mengajukan kredit ke perbankan untuk ekspansi bisnisnya. Namun, semuanya menolak. Satu-satunya alasan penolakan itu adalah tidak ada agunan.

Bermodal nekat, ia menemui salah satu penyedia mesin printing agar memberi kelonggaran untuk bisa membeli mesin. Usahanya berhasil dan mulai menggenjot produksi.

“Berjalan 3-4 tahun, harta saya tidak terdefinisi. Sebab, harta adalah utang ditambah modal. Sedangkan, laba saya selalu diputar jadi modal. Saya tak pumya harta kecuali aset di produksi dan marketing. Itu berbahaya karena omzet besar tapi hartanya kecil,” beber Jumariyanto.

Pada 2018, Jumariyanto membuat inovasi dengan banyak mengakuisisi aset dari keuntungan yang ditanam kembali dalam bentuk tagihan maupun fresh capital untuk membeli aset.

Hasilnya, pada saat omzet Rp2 miliar per bulan, Regar Sport mempunyai tagihan berbasis utang dengan nilai Rp300 juta per bulan. “Kami bikin struktur bisnis tanpa modal. Kami buktikan di sini,” kata dia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten