You and I Masuk Daftar 10 Film Dokumenter Terbaik Asia
Sutradara film You and I, Fanny Chotimah, membawa Piala Citra kategori Dokumenter Panjang Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI), Sabtu (5/12/2020). (Istimewa/Dok.Fanny)

Solopos.com, SOLO -- Rentetan prestasi tak hentinya diraih film dokumenter asal Solo You and I. Debut perdana Fanny Chotimah dalam karya dokumenter panjang itu masuk dalam daftar 10 film dokumenter Asia terbaik 2020 versi media lawasan asal Inggris New Musical Express.

Kabar baik tersebut disampaikan salah satu Production House (PH) mereka yakni KawanKawan Media melalui akun twitter resmi @KawanKawan Media, Kamis (17/12/2020) malam. Dalam ulasannya, NME menyebut You And I mampu menggambarkan sepenuh hati persahabatan kedua mantan tahanan politik; Kaminah, 70, dan Kusdalini, 74.

“Film ini sangat sensitif. Menggambarkan pengamatan pahit manis dan cerita kesepian mereka selama menjalani hari-hari terakhir mereka [usia senja],” tulis editor NME.

Selain itu, ada Help Is On The Way yang juga diproduksi sineas Indonesia. Film besutan Ismail Fahmi Lubis ini menyoroti kisah pekerja migran Indonesia. Ismail Lubis juga ingin melihat situasi yang terjadi dalam keluarga. Help is on the Way melakukan pendekatan dokumenter-observasional. Berdurasi 90 menit 37 detik, mereka memuat bahasa Indonesia, Jawa, dan Mandarin. Pada tahun 2019 silam mereka meraih Piala Citra 2019 sebagai Film Dokumenter Panjang Terbaik.

Sementara, judul lain yang juga masuk daftar NME di antaranya Genus Pan (Philippines), A Whisker Away (Japan), dan Beasts Clawing At Straws (South Korea). NME sendiri berawal dari majalah musik populer asal Inggris yang berdiri sejak Maret 1952. Mereka mengakhiri format majalah cetak pada 2018. Kemudian beralih jadi media online dengan cakupan tulisan soal musik, film, dan berita.

Penghargaan You And I

Sebelum ini You and I seolah langganan berbagai penghargaan. Dimulai penobatannya sebagai film terbaik kategori Asia saat world premier di DMZ International Documentary Film Festival - Korea Selatan pada September lalu, Piala Citra - Festival Film Indonesia (FFI) 2020 sebagai Dokumenter Panjang Terbaik, hingga didapuk sebagai penutup 15th Jogja-NETPAC Asian Film Festival di Yogyakarta pada November lalu.

Secara singkat You and I menceritakan persahabatan, Kaminah, 70, dan Kusdalini, 74. Keduanya bertemu di penjara setengah abad lalu saat sama-sama menjadi tahanan politik. Setelah dibebaskan, mereka hidup bersama hingga masa tuanya di Solo.

Keren Banget! Film You and I Garapan Sineas Solo Boyong Piala Citra

Fanny menyoroti relasi keduanya. Keseharian mereka yang diisi dengan kesederhanaan dan kehangatan meskipun masa lalunya penuh dengan memori perjuangan yang terabaikan. Rentetan isu kemanusiaan Fanny bawa dalam karya epik ini. Mulai dari stigma sosial soal mantan tahanan politik, soal orang lanjut usia (lansia) yang harusnya dipelihara negara, cerita persahabatan keduanya, hingga penerimaan masyarakat di sekitar.

Digarap sejak 2016, You and I telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan untuk memperkuat cerita, penyuntingan, hingga pendanaan. Di antaranya Festival Film Dokumenter (FFD) Master Class 2016, Docs By The Sea 2017, Laboratorium Olah Cerita & Kisah (LOCK) 2019, serta DMZ International Documentary Film Festival. Diproduseri oleh Amerta Kusuma, Tazia Teresa Darryanto, dan Yulia Evina Bhara. Sementara Production House (PH) yang menaungi mereka adalah KawanKawan Media, Partisipasi Indonesia, dan Yayasan Super 8mm Studio.

“Kami dedikasikan penghargaan ini untuk Mbah Kaminah dan Kusdalini, serta penyintas bernasib serupa. Semoga lebih menginspirasi banyak orang untuk selalu mengutamakan kemanusiaan,” kata Fanny beberapa waktu lalu.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom