Kategori: Bisnis

YIA Direncanakan Menerima Hasil Tes GeNose Mulai April


Solopos.com/Herlambang Jati Kusumo/Harianjogja.com

Solopos.com, JOGJA--Yogyakarta International Airport (YIA) direncanakan dapat menerima hasil tes negatif Covid-19, dari alat GeNose mulai Kamis (1/4/2021) mendatang.

“Informasinya begitu mulai 1 April bandara bisa menerima dari hasil negatif GeNose, tetapi hasil lain juga tetap bisa, seperti test rapid antigen,” ujar PTS. General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, Jumat (26/2).

Pandu mengatakan terkait penyediaan alat GeNose di bandara, saat ini Ia belum dapat memastikan kapan datang dan berapa jumlah pastinya. “Masih menunggu, apakah produsen bisa menyiapkan sekian di sejumlah bandara. Paling tidak YIA ya dua alat, prosesnya kan cepat juga. Bisa juga membawa dari rumah sakit yang menyediakan tes GeNose,” ujar Pandu.

Baca Juga: Daftar 5 Bisnis Yang Laris Setiap Hari Dan Cocok Untuk Pemula

Harga tes yang terjangkau dengan GeNose dan lebih nyaman saat digunakan, diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat untuk menggunakan pesawat. “Secara teori memudahkan harga terjangkau dan lebih nyaman, tetapi kita lihat saja,” ucapnya.

Dinilai Bisa Menggerakan Pariwisata

Pengamat Pariwisata UGM, Hendrie Adji Kusworo menilai perluasan penggunaan GeNose untuk deteksi Covid-19, dapat mendukung sektor pariwisata.

“Pengguna GeNose secara masif di DIY akan berpengaruh positif bukan saja pada upaya penanggulangan Covid-19, tetapi juga meningkatkan image DIY sebagai destinasi yang aman untuk dikunjungi. Dari sisi harga juga lebih terjangkau,” ucap Adji.

Baca Juga: Dorong Penggunaan Gas Bumi, PLN GG-DEB Teken MoU Pengembangan LNG Terminal Bali

Ketua Program Studi S2 Kajian Pariwisata UGM tersebut melihat kondisi pariwisata di DIY sampai saat ini memang masih dalam kondisi yang berat. Banyak pelaku wisata yang rugi besar, kehilangan pekerjaan, hingga menjual aset. Menurutnya ada sejumlah hal yang dapat diperhatikan untuk kembali menggerakkan pariwisata ini.

Pertama untuk kembali menggerakan pariwisata tersebut dari pencegahan kasus Covid-19 itu sendiri. Membangun kesadaran untuk menerapkan protokol pencegahan Covid-19 pada wisatawan, tidak hanya pada industri pariwisata. Menurutnya saat ini belum semua sadar untuk menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

"Kedua, kebijakan pemerintah yang tidak berubah-ubah, meskipun agak sulit ya ini. Kebijakan ini sangat penting untuk basis mengambil kebijakan bisnis. Kalau pemerintah berubah-ubah hitungan bisnis jadi susah,” ujarnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati