Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (Bisnis-Paulus Tandi Bone)

Solopos.com, SOLO — Putri presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gusdur, Yenny Wahid, ditunjuk sebagai dewan komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Penetapan Yenny Wahid sebagai dewan komisaris Garuda Indonesia dinilai sudah tepat. Hal itu diungkapkan pengamat penerbangan Alvin Lie.

"Jangan menilai atau menghakimi seseorang hanya berdasarkan persepsi. Mbak Yenny Wahid dulu pendidikannya apa, pernah berprofesi sebagai wartawan juga. reputasinya dia di kalangan media ketika dia muda dulu seperti apa, cek dulu. Saya tidak mau menilai orang pe rorang. Semuanya saya yakin sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Menteri BUMN," katanya kepada Detik.com, Rabu (22/1/2020).

Alvin menjelaskan dewan komisaris memang tidak perlu memiliki latar belakang di bidang penerbangan. Pasalnya, fungsi mereka adalah pengawasan.

"Oh enggak perlu [berlatar belakang penerbangan]. Fungsi komisaris itu kan mengawasi kebijakan dan kinerja perusahaan. Hal-hal teknis itu bisa minta para ahli, para praktisi untuk memberikan masukan kepada mereka. Jadi tidak harus bidangnya," jelasnya.

Menurut Alvin jika semua harus berlatar belakang penerbangan maka tak ada perkembangan di tubuh Garuda Indonesia. "Kalau terkungkung gitu ya isinya orangnya itu-itu saja" pungkas Alvin.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten