Yenny Wahid Bantah Sudah Masuk Timses Prabowo-Sandiaga
Sandiaga Uno menunjukkan tempe yang diberikan oleh Sinta Nuriyah Wahid disaksikan Yenny Wahid (tengah) di Ciganjur, Jakarta, Senin (10/9/2018). (Antara - Hafidz Mubarak A)

Solopos.com, JAKARTA -- Yenny Wahid masih berteka-teki terkait dengan bergabung atau tidaknya dirinya dalam tim sukses Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Putri kedua Abdurahman Wahid (Gus Dur) itu bahkan menegaskan tak akan bergabung dengan tim sukses dalam kontestasi Pemilu Presiden 2019.

"Yang jelas saya tidak masuk dalam timses seperti yang ramai diberitakan," kata Yenny dalam pesan teksnya, Jumat (21/9/2018), yang dilansir Bisnis dari Tempo.

Sebelumnya, ramai diberitakan bahwa dirinya sudah masuk dalam timses Prabowo-Sandiaga. "Kan bisa dilihat nanti apakah nama saya ada di daftar timses atau tidak," kata Yenny di Jakarta, Kamis (20/9/2018), dilansir Antara. Namun, Yenny saat itu tidak menampik bahwa ia meminta waktu kepada tim Prabowo-Sandiaga untuk berpikir sebelum mengambil keputusan.

Sementara itu, Sandiaga Uno sempat mengatakan bahwa dia sudah berkomunikasi langsung dengan Yenny Wahid. Menurut dia, putri kedua almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu masih memerlukan waktu 7-10 hari.

Karena itu, dalam susunan Badan Pemenangan Nasional yang akan diserahkan ke KPU ada klausul bahwa apabila ada tambahan atau kekurangan akan disampaikan perubahan ke KPU.

Sandiaga juga mengatakan bahwa Yenny Wahid memasukkan 10-12 nama dari timnya di Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur, nama resmi timses Prabowo-Sandiaga.

"Nama-nama tim beliau sudah dimasukkan, jadi sudah diakomodasi di Badan Pemenangan Nasional. Saya lupa, tetapi ada sekitar 10-12 nama yang diajukan," kata Sandiaga, Kamis, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis malam.

Sandi menjelaskan 10-12 nama tim Yenny yang diajukan itu sudah diakomodasi untuk dimasukkan dalam Badan Pemenangan Nasional Koalisi Prabowo-Sandiaga. Dia mengatakan dirinya sudah berkomunikasi langsung dengan Yenny, dan putri kedua almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini masih memerlukan waktu 7-10 hari.

Karena itu, menurut dia, dalam susunan Badan Pemenangan Nasional yang diserahkan ke KPU ada klausul bahwa apabila ada tambahan atau kekurangan akan disampaikan perubahan ke KPU.

"Klausul itu kami masukkan karena kami konfirmasi satu per satu agar jangan sampai ada nama-nama yang sudah dimasukkan lalu merasa terbebani," ujarnya lagi.

Ketika dikonfirmasi tentang pernyataan Sandiaga, Yenny Wahid enggan memberikan jawaban pasti. "Lha yo embuh. Takon Sandi wae [tanya Sandi saja]," kata Yenny, Kamis.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom