Yayasan Lentera: Bayi Lahir Di Indekos Karanganyar Terinfeksi HIV Karena Persalinan Normal
Ilustrasi HIV/AIDS (JIBI/Reuters/Dok.)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Yayasan Lentera Solo mengungkap kemungkinan penyebab bayi laki-laki yang lahir di indekos wilayah Gondangrejo, Karanganyar, terinfeksi virus HIV.

Anak dari seorang perempuan asal Banyuwangi, S, 44, itu terinfeksi HIV karena lahir melalui persalinan normal. Sang ibu yang melahirkan tanpa bantuan petugas medis itu kemudian meninggal dunia karena pendarahan.

Setelah sang ibu yang juga positif HIV/AIDS meninggal, Pemkab Karanganyar menitipkan bayi laki-laki itu ke Yayasan Lentera Solo. Selain bayi yang lahir dari perempuan asal Banyuwangi, S, 44, itu, Yayasan Lentera juga merawat tiga bayi lain.

Yayasan Lentera berharap Pemkab Karanganyar memberikan dukungan berupa jaminan kesehatan bagi bayi lelaki positif HIV/AIDS yang lahir di indekos wilayah Gondangrejo.

Muda-Mudi Pacaran di Kompleks Kantor Pemkab Boyolali Bikin Risih

Ketua Yayasan Lentera Solo, Yunus Prasetyo, menyampaikan kondisi anak S itu secara fisik baik atau tidak ada masalah. Pada Jumat (20/12/2019), empat bayi yang dirawat Yayasan Lentera Solo menjalani pengecekan kondisi kesehatan di RSUD dr. Moewardi Solo.

"Sampai saat ini aman. Kondisi baik. Kami yang rawat, biar di sini. Kami upayakan hanya terinfeksi HIV. Jangan sampai AIDS. Kami upayakan dengan perawatan, pengobatan, pola makan, dan lain-lain," kata Yunus saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Yunus menceritakan empat bayi itu dibawa ke RSUD dr. Moewardi untuk cek kesehatan keseluruhan pada Jumat sesuai jadwal. Yunus menceritakan Yayasan Lentera merawat bayi itu setelah dihubungi petugas medis dan pendamping orang dengan HIV di Karanganyar.

“Hantu” di Remang-Remang Prostitusi Solo (Bagian I)

Sesuai prosedur petugas medis setempat akan melakukan serangkaian tes untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi baru lahir. Hasilnya bayi lelaki itu positif terinfeksi HIV. Demikian juga ibu yang melahirkannya.

"Kami punya staf, pendamping orang dengan HIV di Karanganyar. Dia lapor dan kami tindak lanjuti. Jangan sampai dia [bayi] telantar dalam kondisi seperti itu," tutur dia.

Yunus menjelaskan kemungkinan bayi lelaki itu terjangkit virus karena persalinan normal. Dia menjelaskan risiko bayi tertular HIV saat dalam kandungan ibu yang terinfeksi HIV sebenarnya kecil.

5 Pengedar Asal Solo dan Kartasura Ditangkap di Klaten, 32 Gram Ganja Disita

Plasenta menjadi filter virus. Tetapi bayi akan tertular virus jika dilahirkan secara normal.

"Makanya apabila ketahuan ibu positif [HIV/AIDS], diupayakan operasi sesar untuk mengurangi risiko. Virus ada di cairan vagina dan darah," jelas dia.

Dia berharap Pemkab Karanganyar memberikan dukungan dalam bentuk jaminan kesehatan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi itu.

"Dukungan untuk bayi dalam bentuk bantuan jaminan kesehatan. Dia membutuhkan perawatan jangka panjang. Banyak anggaran yang dikeluarkan. Dia lahir di Karanganyar. Mari bekerja sama, bekerja untuk kemanusiaan, ikut memikirkan. Jangan terkesan anak ini dibuang," ujar Yunus.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom