Cagub-cawagub Jateng, Ganjar Pranowo (dari kiri ke kanan), Taj Yasin, Sudirman Said, dan Ida Fauziyah berjabat tangan saat Debat Terbuka Pilkada Jawa Tengah di Ballroom Hotel Patra, Semarang, Jumat (20/4/2018). (Antara-Aditya Pradana Putra)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong> Calon wakil gubernur (cawagub) nomor urut 1 pada pilkada atau Pilgub Jateng 2018, <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910562/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-taj-yasin">Taj Yasin</a>, mengakui ia dan pasangannya, calon gubernur petahana <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a>, selama ini belum memaksimalkan penyaluran bantuan dana atau hibah kepada pondok pesantren (ponpes) di Jawa Tengah.</p><p>Pengakuan itu disampaikan saat menjawab pertanyaan cawagub nomor urut 2, <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a>, dalam <em>Debat </em><em>Terbuka </em><em>Pilgub Jateng</em> di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (20/4/2018) malam. &nbsp;Pertanyaan diajukan Ida saat sesi ketiga dalam debat pilkada tersebut.</p><p><a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a> menanyakan kepada <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910562/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-taj-yasin">Taj Yasin</a> terkait peran pemerintah Jateng dalam memberikan bantuan kepada ponpes. Kendati sama-sama berlatar belakang ponpes dan Nahdlatul Ulama, Ida selama ini berkiprah di Jakarta sebagai anggota Fraksi PKB DPR, sedangkan Yasin sehari-hari &nbsp;menjadi anggota Fraksi PPP di DPRD Jateng.</p><p>"Saya jalan-jalan ke ponpes dan banyak yang mengatakan selama ini berjalan sendiri tanpa bantuan pemerintah. Padahal ponpes dan madrasah ibtidaiyah selama ini berperan dalam menangkal radikalisme. Bagaimana pendapat Anda, Gus?" tanya Ida kepada putra kiai kondang yang juga politikus PPP K.H. Maimoen Zubair itu.</p><p>Yasin pun menjawab selama ini banyak ponpes belum mendapat bantuan karena belum memiliki badan hukum. Dia pun lantas mengaku akan mengupayakan ponpes-ponpes itu untuk mendapat bantuan saat dipercaya masyarakat sebagai wakil gubernur Jateng. "Baru akan Gus [Yasin]?" tanya Ida.</p><p>Yasin pun spontan menjawab, "Ya, karena kami <em>kan</em> belum bekerja."</p><p>Mendengar jawaban itu, Ida terlihat terkejut. Meski demikian, <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a> tak bisa memberikan tanggapan karena sesi tanya jawab antara cawagub itu keburu berakhir.</p><p>Namun, di sesi berikutnya <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> sebagai pasangan Ida memberikan pernyataan terkait jawaban Yasin tersebut. "Saya heran Gus Yasin menjawab belum bekerja. Selama ini <em>kan</em> kita tahu Gus Yasin selama lima tahun terakhir menjadi DPR. Sedangkan, Pak Ganjar jadi gubernur," ujar Sudirman.</p><p>&nbsp;</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten