Yaqut Cholil Qoumas Akui Indonesia untuk Semua Umat
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan materi di depan peserta PKL Ansor dan Susbalan Banser di Bumi Perkemahan Linggo, Kabupaten Pekalongan, Jateng, Minggu (2/12/2018) sore. (Antara-GP Ansor)

Semarangpos.com, SEMARANG — Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengakui bahwa negara Indonesia didirikan untuk semua umat. Ia pun menegaskan perlunya komitmen bangsa Indonesia untuk menjaganya.

Dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Antara di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/12/2018), pria yang biasa dipanggil Gus Yaqut itu mengatakan Indonesia adalah rumah bersama. Negara ini, akunya, didirikan oleh semua komponen bangsa yang berbeda agama, suku, etnis, dan budaya.

"Jadi, kita sebagai kader Ansor dan Banser harus memiliki komitmen tinggi untuk menjaga Indonesia dari setiap upaya yang ingin mengubah Indonesia menjadi bentuk lain," tegas Yaqut di hadapan ratusan peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Ansor dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) di Bumi Perkemahan Linggo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (2/12/2018).

Menurut dia, para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) seperti K.H. Hasyim Asy'ari, K.H. Wahab Chasbullah, dan K.H. Bisri Sansuri, yang ikut mendirikan negara Indonesia, sudah menyepakati Indonesia milik semua umat. Dia mengatakan, para pendiri NU jelas memiliki pertimbangan syari hingga menyetujui juga Pancasila sebagai ideologi negara.

"Mulai dari [sila] Ketuhanan Yang Maha Esa hingga Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mana ada yang bertentangan dengan syariah? Tidak ada yang bertentangan dan sudah sesuai syariah. Maka dari itu, tak perlu aneh-aneh mau bikin negara Islam sehingga warga yang bukan Islam menjadi warga negara kelas dua," ujarnya.

Gus Yaqut secara tegas menolak khilafah islamiah karena negara ini sudah sangat islami dan mengayomi semua umat. Di sisi lain, Gus Yaqut juga mengingatkan kader Ansor dan Banser bahwa ancaman paling nyata dan dekat saat ini adalah kelompok radikal atau kelompok yang menggunakan agama sebagai alat politik kekuasaan.

"Mereka itu hanya punya dua agenda. Pertama, menyalahkan amaliah di luar kelompok mereka, menganggap bidah, kafir, sehingga layak dianggap musuh. Kedua, agenda mereka jelas merebut kekuasaan dan akan menjadikan negeri ini khilafah islamiyah," katanya.

Hal senada juga disampaikan Yaqut di acara Doa Bersama untuk Bangsa dan Konsolidasi Organisasi di Pondok Pesantren An-Nur Maron Purworejo, pada malam harinya. Dalam acara yang dihadiri jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, seperti Luqman Hakim Al-Jambi, Mujiburrohman, Abdul Haris Ma'mun, Rifqi Almubarok, Ketua PP MDS Rijalul Ansor K.H. Mahfud Hamid, serta ratusan peserta, Yaqut mengatakan, medan perjuangan kader Ansor dan Banser bukan semata-mata menolak pendirian khilafah Islamiyah, namun perjuangan kader Ansor dan Banser adalah front perjuangan semesta atau di semua lini.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom