Yang Gagal dan Yang Lolos Tes CAT CPNS Hari I Sragen
Para peserta CAT CPNS berdesak-desakan saat mengambil barang di tempat penitipan barang seusai tes di GOR Diponegoro Sragen, Jumat (26/10/2018). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Sragen berguguran pada tahap computer assisted test (CAT) hari pertama, Jumat (26/10/2018), karena tidak memenuhi ambang batas nilai minimal (passing grade) yang ditentukan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sebagian besar CPNS gugur karena nilai tes karakteristik pribadi (TKP) tidak memenuhi nilai minimal 143. BKN memasang dua layar monitor berukuran besar di sebelah barat gedung tenis indoor dan futsal untuk menayangkan hasil CAT CPNS 2018.

Dua monitor LCD tersebut berisi jurnal hasil CAT yang mencantumkan nilai setiap peserta (by name) untuk CPNS jalur umum. Ada tiga passing grade yang ditentukan BKN, yakni TKP minimal 143, tes intelegensia umum (TIU) minimal 80, dan tes wawasan kebangsaan (TWK) minimal 75. Total nilai kumulatif passing grade tersebut sebanyak 298.

Dari 25 nama yang muncul pada salah satu layar monitor ternyata hanya tiga orang yang memenuhi ketentuan passing grade untuk TKP sedangkan nilai TKP untuk 22 orang di bawah 143.

Dari 25 nama itu, hanya enam orang yang tidak memenuhi nilai TIU dan satu orang saja yang tidak memenuhi nilai TWK.

“Salah satu jenis tes saja tidak memenuhi passing grade maka otomatis gugur,” ujar Koordinator Registrasi CAT CPNS 2018, Aris Tri Hartanto, saat melihat jurnal tersebut, Jumat siang.

Tak sedikit peserta CAT yang melihat jurnal tersebut untuk mencocokkan namanya dan nilai yang diketahui setelah CAT. Namun banyak peserta yang langsung mengambil tas di tempat penitipan dan berlalu begitu saja.

Salah seorang peserta CAT asal Bekonang, Sukoharjo, Andri, 25, sangat kecewa karena nilai passing grade secara kumulatifnya gagal dengan selisih hanya satu poin. Nilai kumulatif CAT Arif sebanyak 297 sedangkan passing grade-nya 298.

“Iya, hanya kurang satu poin saja. Memang tesnya cukup sulit. Selama 1,5 jam itu mengerjakan 100 soal pilihan ganda, ada soal logika bahasa, matematika, yang susah wawasan kebangsaan. Ya, walaupun gagal, saya sudah plong. Anggap saja pengalaman,” ujar pelamar lowongan perawat di Pemkab Sragen itu saat berbincang dengan Solopos.com seusai CAT.

Peserta CAT asal Brebes, Sulis, memastikan nilainya lolos. Sulis melamar CPNS guru SD di wilayah Sragen lulus CAT dengan nilai kumulatif 307.

Edwan, anggota mitra Gojek asal Semarang, yang mengejar dewi fortuna lewat CAT CPNS akhirnya harus pulang dengan kecewa. Keinginannya mendaftar CPNS di Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Sragen kandas karena nilainya di bawah passing grade kumulatif.

“Semua itu karena faktor kecapaian. Saya baru tahu kalau hari tes itu kemarin (Kamis, 25/10/2018). Saya mengetahui GOR ini pun baru semalam. Perjalanan saya jauh. Saya kira tesnya sebulan lagi setelah pengumuman. Semalam saya menginap di hotel. Setelah tes, ya langsung kembali ke Semarang untuk kembali ngojek,” katanya.

Secara umum pelaksanaan CAT pada hari pertama berjalan lancar meskipun ada kendala teknis yang menyebabkan pelaksanaan CAT molor satu jam. Koordinator Registrasi CAT CPNS 2018, Aris Tri Hartanto, menyampaikan banyak peserta CAT yang tidak mendengarkan ketentuan dalam standard operating procedure (SOP) yang ditentukan panitia.

“Kami sudah menyampaikan hanya KTP [kartu tanda penduduk] dan nomor ujian yang boleh dibawa masuk ke ruang CAT. Kenyataannya masih banyak yang membawa barang-barang yang seharusnya tidak dibawa. Barang-barang itu kena pemeriksaan,” ujarnya.

Aris menunjukkan sejumlah barang milik peserta yang disita saat pemeriksaan, seperti pensil, pulpen, uang, tisu, penghapus, dan seterusnya. Aris mengungkapkan ada seorang laki-laki yang membawa cincin perak yang terdeteksi metal detector.

“Cincin itu pun dilepas dan dititipkan,” ujarnya.

Bukan hanya itu, pada CAT sesi pertama seharusnya diikuti 350 orang. Aris menyebut ada 16 orang yang tidak hadir.

“Anehnya, ada peserta yang seharusnya ikut di sesi kedua justru malah masuk ikut di sesi pertama. Setelah saya konsultasikan dengan panitia dari provinsi dan BKN masih dimaafkan. Tetapi dalam berita acara nantinya justru menyulitkan petugas di registrasi,” ujarnya.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom