Tutup Iklan
Ilustrasi orang-orang tidur di masjid saat bulan puasa (Antaranews)

Solopos.com, SOLO – “Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah” arti hadits tersebut kerap terdengar di bulan http://lifestyle.solopos.com/read/20180519/485/917216/doa-buka-puasa-sesuai-ajaran-nabi-muhammad" target="_blank">Ramadan seperti sekarang ini. Bahkan tak jarang digunakan sebagai alasan untuk bermalas-malasan di bulan puasa.

Terkait hadis tersebut, Ustaz Abdul Somad memberikan keterangan agar kita semua bisa lebih bijak dalam menyikapi hadis tersebut. “Makin besar masjidnya, makin banyak kipasnya, AC nya makin penuh yang tidur macam ikan sarden. Kalau dibangunkan langsung baca dalil, ‘tidurnya orang puasa adalah ibadah’,” ucap Ustaz Abdul Somad dalam video yang diunggah di Youtube Meong Channel, Jumat (18/5/2018).

Setelah menggambarkan banyaknya orang menggunakan hadis tersebut sebagai pembenaran untuk bermalas-malasan saat berpuasa, Ustaz Abdul Somad menegaskan hadis tersebut daif atau lemah. Ustaz kelahiran 18 Mei 1977 itu mengkontradiksikan hadis tersebut dengan sejarah Perang Badar.

“Saya sampaikan, hadis itu daif, hadis daif tidak bisa digunakan untuk membenarkan tidur siang berlebihan. Nabi tak pernah mengajarkan tidur-tidur santai. Perang Badar saja bulan http://lifestyle.solopos.com/read/20180519/485/917216/doa-buka-puasa-sesuai-ajaran-nabi-muhammad" target="_blank">puasa, 17 ramadan tahun kedua,” ucap Abdul Somad.

Ustaz yang dikenal kerap berceramah dengan gaya seperti berorasi itu menegaskan Nabi Muhammad SAW Perang Badar di usia 55 tahun. Dengan usia tak lagi muda, nabi masih bersemangat meski sedang berpuasa.

 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten