Tutup Iklan
Wuih! Penjualan Mobil Grup Astra Naik 340 Persen, Pertanda Apa?

Solopos.com, JAKARTA -- Penjualan mobil Grup Astra atau di bawah PT Astra International Tbk. naik 340,65 persen pada Juni 2020 dibandingkan Mei 2020.

Hal itu disebut menjadi pertanda bahwa pemulihan perekonomian berjalan dengan baik. Berdasarkan laporan per Juni 2020 yang dikutip Bisnis.com, Kamis (16/7/2020), penjualan mobil di bawah Grup Astra mencapai 4.856 unit pada Juni 2020.

Pencapaian itu naik tajam 340,65 persen dibandingkan Mei 2020, dengan penjualan 1.102 unit. Sementara total pasar kendaraan roda empat domestik hanya mencapai 12.623 unit pada Juni 2020. Jumlah penjualan secara wholesale tersebut naik sekitar tiga kali lipat dibandingkan penjualan Mei 2020 sebanyak 3.551 unit.

Heboh Spanduk Bertulis Komunis Dibawa Kolonialis Belanda

Secara kumulatif, penjualan mobil Grup Astra sebanyak 139.505 unit pada semester I/2020. Sedangkan, penjualan mobil di pasar domestik pada periode yang sama mencapai 260.933 unit.

Seperti diketahui, penjualan mobil di bawah Grup Astra amblas sejak April 2020. Pada kuartal I/2020, realisasi penjualan sebenarnya berada di atas 40.000 unit tiap bulan.

Kondisi serupa juga terjadi untuk total pasar kendaraan domestik. Total pasar kendaraan roda empat domestik anjlok. Pada Januari 2020-Maret 2020 penjualan berkisar 76.000 unit-80.000 unit per bulan.

Lagi, 3 Puskesmas di Sukoharjo Ditutup karena Nakes Positif Covid-19

Penjualan Mobil Domestik Terendah pada Mei 2020

Namun, sepanjang April 2020 menjadi hanya 7.868 unit. Titik terdalam untuk pasar domestik sepanjang semester I/2020 terjadi pada Mei 2020 dengan realisasi 3.551 unit.

“Dengan melihat angka penjualan mobil Astra dan nasional pada Juni 2020, kami berharap pemulihan ini terus berlanju. Sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Head of Corporate Communications Astra International Boy Kelana Soebroto melalui siaran pers yang dikutip, Kamis.

Emiten berkode saham ASII itu masuk ke daftar high-conviction picks (saham yang meyakinkan) J.P. Morgan periode Juli 2020 untuk untuk kategori negara Indonesia.

Joss! Polres Wonogiri Buka Layanan Besuk Tahanan Daring

Tim analis memberikan rekomendasi overweight (berpeluang naik melebihi saham patokan) untuk perusahaan yang didirikan oleh William Soerjadjaja itu dengan target harga Rp5.300.

J.P Morgan memproyeksikan return on equity (ROE) akan berada di bawah pada tahun ini dan kembali pulih tahun depan seiring dengan kinerja yang lebih baik.

Selain itu, kinerja ASII diprediksi membentuk pola V dalam bisnis manufaktur didorong oleh pasar ekspor. “Posisi keuangan ASII yang kuat untuk menghadapi pandemi Covid-19," tulis Tim J.P Morgan.

Sumber: Bisnis.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho