Tutup Iklan

Wuih! Indonesia Diramal Jadi Negara No. 5 dengan PDB Terbesar di Dunia pada 2024

Indonesia diramal menempati posisi kelima negara yang memiliki produk domestik bruto atau PDB terbesar di dunia pada 2024.

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA -- Indonesia diramal menempati posisi kelima negara yang memiliki produk domestik bruto atau PDB terbesar di dunia pada 2024. PDB merupakan nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi negara, atau merupakan akumulasi konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor impor. Nilai impor mengurangi ekspor.

Berdasarkan data Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), sejumlah negara di kawasan Asia diprediksi akan mendominasi daftar negara yang memiliki PDB terbesar di dunia pada 2024.

Ini artinya negara-negara Asia bakal menggeser posisi yang sebelumnya ditempati oleh negara di kawasan Eropa. Indonesia termasuk salah satu negara Asia yang memiliki PDB bernilai besar.

Masih ada Rp402,6 Triliun Investasi Masuk Indonesia di Tengah Pandemi, Ini Perinciannya

Mengacu pada data World Economic Forum (WEF), perekonomian China telah berlari sejak dua dekade silam. Pada 1992, ekonomi China hanya menempati posisi 10 negara dengan PDB terbesar di dunia.

Kinerja ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut melonjak ke peringkat tiga pada 2008, di bawah Amerika Serikat dan Jepang. Bank Dunia dan IMF lantas memprediksi China bakal menduduki peringkat pertama empat tahun mendatang serta menggeser posisi Amerika Serikat.

Sementara itu, India dan Indonesia diprediksi bakal melesat ke peringkat ke-3 dan ke-5 negara dengan PDB terbesar dunia pada 2024. Jepang, sebagai runner up pada 1992 dan 2008, bakal turun ke peringkat 4. Indonesia sendiri pada 1992 dan 2008 tidak masuk daftar 10 negara dengan PDB terbesar.

Tak Hanya Yuni Shara, Sederet Artis Ini Juga Pakai Kalung Antivirus Corona Kementan

Dipengaruhi Masifnya Perkembangan Kelas Menengah

World Economic Forum menilai masifnya perkembangan kelas menengah di Asia menjadi faktor utama perubahan peringkat negara-negara dengan PDB terbesar dunia beberapa tahun mendatang.

"Indonesia, bersama dengan Filipina dan Malaysia, diperkirakan akan meningkatkan angkatan kerja mereka secara signifikan pada beberapa tahun. Hal ini berkontribusi pada peningkatan pendapatan rata-rata untuk konsumsi," tulis World Economic Forum seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut, perusahaan multinasional Asia seperti Huawei (China) dan Tata (India), diprediksi akan terus bersinar pada perdagangan global.

Pilkada Solo, Gibran-Teguh Masih Bingung Singkatan Nama, Ada Ide?

Namun, pertumbuhan PDB di Asia juga menimbulkan permasalahan. Lembaga Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) mencatat kesenjangan antara pendapatan di perdesaan dan perkotaan tumbuh sangat cepat. "Degradasi lingkungan dan tata kelola untuk lembaga pemerintah menjadi tantangan baru negara-negara Asia," tulis FAO.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo punya kepercayaan diri tinggi bahwa pada 2045 mendatang Indonesia bisa jadi salah satu negara kaya di dunia. Menurutnya, status Indonesia yang baru saja naik dari negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower-middle income), di satu sisi, akan mendesak pemerintah dan seluruh elemen terkait untuk melakukan reformasi dan bergerak cepat mengejar target sebagai negara berpenghasilan tinggi (high income).

Pilkada Solo, Refly Harun Prediksi Gibran-Teguh Calon Tunggal, Ini Analisisnya

Sebagai catatan, bila mengacu kriteria yang ditetapkan Bank Dunia per hari ini, suatu negara dapat dikatakan berpenghasilan tinggi bila mampu menghasilkan Gross National Income (GNI) di atas US$12.535.

Di sisi lain, pada 2019 lalu capaian GNI Indonesia berada pada angka US$4.050. Angka tersebut memang lebih baik ketimbang catatan GNI Indonesia tahun sebelumnya yang cuma US$3.840. Namun, untuk mencapai target berpenghasilan tinggi posisi Indonesia jelas masih jauh.


Berita Terkait

Berita Terkini

Ramah Lingkungan, Semen Gresik Kembali Raih Penghargaan Industri Hijau

PT Semen Gresik (PTSG) kembali meraih Penghargaan Hijau Level 5 (tertinggi) Tahun 2021 dari Kementerian Perindustrian.

Kota Malang Waspadai Dampak Kenaikan Volatile Food Pengaruhi Inflasi

Kota Malang mewaspadai kenaikan harga pada bahan-bahan makanan atau volatile food menjelang akhir tahun karena berpotensi mendongkrak inflasi.

Lagi Turun Nih! Cek Harga Emas di Pegadaian Kamis 2 Desember 2021

Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada Kamis (2/12/2021) terpantau turun dari harga kemarin.

RI Optimalkan Transisi Energi Melalui Penggunaan Teknologi Hijau

Poin penting dalam transisi energi adalah memperluas penggunaan energi terbarukan dan Pemerintah juga tetap memperhatikan kecukupan energi untuk mendukung kegiatan perekonomian.

81 Juta Milenial Belum Punya Rumah, Ternyata Ini Penyebabnya

Menghadapi kondisi masih banyaknya milenial belum memiliki rumah, Perumnas menyediakan apartemen yang dekat dengan transportasi umum.

Bubarkan 74 Usaha Anak dan Cucu BUMN, Ini Alasan Erick Thohir

Selain membubarkan 74 perusahaan turunan BUMN, Menteri Erick juga melakukan penggabungan di sejumlah perusahaan negara.

Tingkatkan Sosialisasi Penjaminan Simpanan, LPS Gandeng UI

Kerja sama LPS dengan UI ini menguntungkan karena bisa ada transfer knowledge melalui program magang mahasiswa UI di LPS sampai riset bersama.

Inflasi November 0,37 Persen Disumbang 3 Kelompok Pengeluaran Ini

Dari 11 kelompok pengeluaran terdapat tiga kelompok pengeluaran yang paling memiliki andil terhadap inflasi bulan lalu.

BRI Dukung UMKM Indonesia ke Kancah Dunia Lewat BRILIANPRENEUR 2021

Rangkaian acara UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021 berlangsung 1-16 Desember 2021 dengan tema Dari Indonesia untuk Dunia dan diikuti oleh 500 UMKM.

Astra Kobarkan Semangat Bergerak dan Tumbuh Bersama Jelang HUT ke-65

Peringatan HUT ke-65 Astra akan menghadirkan kegiatan dengan konsep virtual exhibition, virtual event, dan virtual movement bersama seluruh lapisan masyarakat sepanjang tahun 2022.

Putusan MK Soal UU Cipta Kerja Tak Berdampak Pada Investasi 2021 Tapi..

Bahlil mengatakan Presiden Jokowi sudah memberi arahan kepada para jajaran menteri agar penyelesaian revisi UU Cipta Kerja sebagaimana diamanahkan MK bisa dikebut lebih cepat.

Masih Pandemi, Kunjungan Wisman ke RI Naik Tapi Tak Signifikan

Berdasarkan data yang dilansir BPS, terlihat belum terjadi kenaikan kunjungan wisman secara signifikan sepanjang 2021, karena kendala kesehatan dan pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

Kekuatan Pasar Batu Bara Terus Topang Kinerja PT Adaro Energy Tbk

Kondisi pasar batu bara yang kondusif semakin meningkatkan profitabilitas Adaro Energy pada periode laporan ini.

Kelola 61 Hotel, CEO Azana Hotels Yakin Industri Perhotelan Menggeliat di 2022

Masih ada sekitar 18 hotel lagi yang akan dioperasionalkan oleh Azana Hotels & Resorts pada 2022.

DEN & Ganjar Pranowo Sepakat Dorong Literasi Terkait Manfaat EBT

Ganjar Pranowo bersama DEN mendorong secara masif melakukan literasi informasi dan sosialisasi mengenai manfaat EBT, isu lingkungan, dan transisi energi dengan target anak-anak muda.

Tak Main-Main! Anak Muda Punya Peran Besar Tentukan Arah Presidensi G20

Kesempatan memperkuat perannya dalam Presidensi G20 kian besar karena penduduk Indonesia didominasi usia produktif.