Tutup Iklan
Wozniacki Berburu Grand slam
Petenis Denmark, Caroline Wozniacki. dokJIBI/SOLOPOS/Reuters
Petenis Denmark, Caroline Wozniacki. dokJIBI/SOLOPOS/Reuters

INDIAN WELLS – Petenis nomor sembilan dunia, Caroline Wozniacki, berambisi memburu gelar grand slam pertamanya di musim ini. Tekadnya ini seiring dengan keinginannya untuk membungkam kritik yang dialamatkan kepada petenis Denmark ini lantaran belum pernah meraih gelar prestisius ini sekalipun.

Petenis 22 tahun ini seakan tampil sebagai ratu tanpa mahkota saat sukses bertengger sebagai petenis nomor satu dunia selama 67 pekan pada Oktober 2010. Pasalnya, Wozniacki belum sekalipun merengkuh titel kompetisi paling terhormat dalam dunia tenis profesional yakni grand slam.

Meskipun sempat mengungguli rival-rivalnya, petenis yang memulai debutnya di tenis pro pada 2005 ini tak mampu mempertahankan konsistensinya. Alhasil, ia banyak mengalami kegagalan dan peringkatnya tergelincir hingga posisi 10 besar seperti sekarang ini.

Dua petenis papan atas dunia, Serena Williams dan Maria Sharapova memberikan pelajaran berharga bagi petenis muda ini dalam berbagai turnamen. Terlebih di akhir musim 2012, ketangguhan dua petenis dunia itu membuat kekasih pegolf dunia Rory Mcllroy ini semakin terbenam.

Kariernya benar-benar terpuruk dan terlempar dari peringkat 10 dunia saat kalah prematur dari petenis nomor 96 asal Romania, Irina-Camelia Begu yang menyingkirkannya di babak pertama US Open tahun lalu.

Namun, Wozniacki tak ingin kegagalannya itu terulang lagi. Sebaliknya, ia kembali menemukan kepercayaan dirinya hingga akhirnya sampai di partai final Indian Wells pekan lalu. Ia mampu mengalahkan Angelique Kerber di semifinal dan menjejakkan kaki di final meski akhirnya kalah dari Sharapova.

“Saya merasa permainan saya tahun ini sangat bagus. Saya juga senang bisa sampai ke babak final. Saya yakin bisa meraih banyak hal,” ujarnya, seperti dilansir Skysport, Kamis (21/3) WIB.

Namun, kritikan terhadapnya belum berhenti. Petenis Denmark ini dianggap beruntung dengan mundurnya Victoria Azarenka di perempat final. Akan tetapi, pengoleksi 20 gelar WTA ini meyakinkan diri bahwa ia mampu mendaki tangga kesuksesan lagi. Seperti halnya keberhasilannya bisa mencapai partai final US Open 2009 saat ia kalah dari Kim Clijsters.

 

“Saya tidak begitu memiliki target. Sepanjang saya sehat dan bisa bermain di level tinggi seperti pekan ini, saya kira saya memiliki tahun yang cerah di depan saya. Namun, musim ini masih panjang dan masih banyak turnamen yang harus ditaklukkan,” jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho