Wow! Penyandang Disabilitas Wonogiri Digelontor Rp1,2 Miliar

Pemkab Wonogiri memberikan bantuan sosial (bansos) kepada 350 penyandang disabilitas di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (30/9/2022).

 Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyalami para penyandang disabilitas di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (30/9/2022). Pemkab Wonogiri memberikan bansos kepada penyandang disabilitas produktif dan nonproduktif sebanyak 350 orang dengan nilal total bansos Rp1,2 miliar. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

SOLOPOS.COM - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyalami para penyandang disabilitas di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (30/9/2022). Pemkab Wonogiri memberikan bansos kepada penyandang disabilitas produktif dan nonproduktif sebanyak 350 orang dengan nilal total bansos Rp1,2 miliar. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

Solopos.com, WONOGIRIPemkab Wonogiri memberikan bantuan sosial (bansos) kepada 350 penyandang disabilitas di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (30/9/2022). Bantuan yang digelontorkan pada kesempatan itu senilai Rp1,2 miliar.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri, Kurnia Listyarini, mengatakan bansos diberikan kepada 240 penyandang disabilitas produktif dan 110 penyandang disabilitas nonproduktif di Wonogiri.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Bansos yang diberikan kepada penyandang disabilitas berupa bantuan modal usaha, alat bantu disabilitas, dan kesehatan. Sedangkan bansos kepada penyandang disabilitas nonproduktif berupa sembako dan kesehatan. 

Masing-masing penyandang disabilitas menerima bansos senilai Rp2 juta/orang. Bansos itu akan diberikan melalui rekening pribadi para penerima yang akan dibuatkan Pemkab Wonogiri bekerja sama dengan Bank Jawa Tengah.

“Pemberian bansos kepada penyandang disabilitas produktif dilakukan secara bertahap. Maksudnya, mereka diberi alat bantu dulu agar bisa mobile dengan mudah. Setelah itu dilatih. Kemudian diberi permodalan,” kata Kurnia saat diwawancarai Solopos.com selepas acara Pembinaan dan Bimbingan Sosial kepada Difabel Produktif dan Nonproduktif di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat.

Baca Juga: Bawaslu Wonogiri Libatkan Difabel dalam Pengawasan Pemilu

Saat ini jumlah penyandang disabilitas di Wonogiri sekitar 11.000 jiwa. Dari jumlah itu, penyandang disabilitas dewasa sebanyak 9.712 orang.

Bansos tidak diberikan kepada seluruh penyandang disabilitas dalam satu waktu karena pemberian bantuan secara bertahap setiap tahunnya. Para penyandang disabilitas tidak dapat menerima bansos dari Pemkab Wonogiri setiap tahun.

“Kami melihat kemampuan [keuangan] daerah dan jumlah penyandang disabilitas. Tidak bisa semuanya diberikan bansos. Kami asesmen dulu. Misal, penyandang disabilitas ini untuk mobile dia sudah mampu. Berarti langsung kami beri pelatihan atau modal. Semua sesuai dengan asesmen. Jadi, selama mereka produktif, mereka bisa masuk kualifikasi mendapatkan bansos penyandang disabilitas produktif, baik alat bantu atau permodalan,” jelas dia.

Dia melanjutkan, pemerintah mendorong para penyandang disabilitas membentuk kelompok usaha bersama (KUBE) atau usaha ekonomi produktif (UEP). Selama empat tahun terakhir jumlah KUBE disabilitas sudah mencapai puluhan kelompok. Pada 2022 ini, enam KUBE akan menerima usaha masing-masing senilai Rp20 juta. 

Baca Juga: Batik Kombinasi Bikinan Emak-Emak Jendi Wonogiri Laris Manis di Pasaran

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan bansos tersebut sebagai upaya Pemkab Wonogiri membangun optimisme, kemandirian, dan pemberdayaan bagi para disabilitas meski memiliki keterbatasan. Anggaran bansos kepada disabilitas akan ditambah jika penyandang disabilitas di Wonogiri semakin banyak yang membentuk KUBE atau UEP.

Disinggung soal angkatan kerja disabilitas di lingkungan Pemkab Wonogiri yang masih minim, Jekek, sapaan akrabnya mengatakan hal itu lantaran masih minimnya kemauan para penyandang disabilitas. Mereka masih merasa terdiskriminasi.

“Hal itu juga disebabkan belum adanya kesetaraan. Maka yang kami bangun hari ini adalah mengubah cara berpikir, bagaimana agar tidak ada diskriminasi. Sehingga betul-betul terbangun sebuah kualitas relasi sosial yang baik. Kalau lingkungan sosialnya tidak mendukung, iya mereka tidak mungkin mau [menjadi bagian dari angkatan kerja disabilitas],” kata Jekek.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 4 Desember 2022, Ada Hujan Lebat

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Minggu (4/12/2022), bisa Anda simak di sini.

      Awas! Sukoharjo Hujan Lebat Sore Hari, Cek Ini Prakiraan Cuaca Lengkapnya

      Menurut prakiraan cuaca BMKG, Kabupaten Sukoharjo hujan lebat pada Minggu (4/12/2022) sore.

      Boyolali Hujan Lebat Pukul 16.00 WIB, Ini Prakiraan Cuaca Lengkap Menurut BMKG

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini diprediksi hujan lebat mulai sore, Minggu (4/12/2022).

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 4 Desember 2022, Waspada Hujan

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Minggu (4/12/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Sejarah Gunung Bibi di Boyolali, Disebut Pelindung Warga dari Letusan Merapi

      Sejarah Gunung Bibi atau Gunung Ijo yang dianggap sebagai pelindung warga dari erupsi Merapi.

      Terus Bertambah, Jumlah Pengangguran di Boyolali Capai 30.000-an Orang

      Pengangguran terbuka di Boyolali ada 5,9 persen atau 30.009 orang pada akhir 2021 sesuai data BPS.

      Simulasi Pengamanan Pilkades Serentak, Kapolres Sukoharjo: Hindari Konflik

      Kapolres mengimbau masyarakat Sukoharjo mengedepankan persatuan dan menghindari konflik.

      TV Analog Resmi Dihentikan, Harga STB Langsung Melambung Tinggi

      Harga STB yang beberapa bulan lalu di kisaran Rp200.000 saat ini meroket hingga Rp350.000 tergantung mereknya. 

      Kisah Gunung Bibi Boyolali: Berumur 700.000 Tahun, Disebut Ibunya Gunung Merapi

      Sejarah Gunung Bibi atau Gunung Ijo yang terletak di sebelah lereng timur Merapi, Boyolali.

      Tak Perlu Beli, 18.826 Warga Sukoharjo Dapat Bantuan Set Top Box dari Kominfo

      Sebanyak 18.826-an kepala keluarga di Sukoharjo dipastikan mendapat bantuan set top box (STB) dari Kementrian Kominfo.

      Siaran TV Analog di Sukoharjo Resmi Dimatikan, Penjual STB Raup Untung 300%

      Penjual set top box (STB) di Sukoharjo meraup untung hingga 300 persen setelah pemerintah menghentikan siaran televisi terestrial analog pada Jumat (2/12/2022).

      Samsat Solo Launching Layar Keren, Ini Fungsinya

      Samsat Solo terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Termasuk masyarakat kelompok rentan.

      Gibran Ingin Ubah Nama Jl. Diponegoro Solo, Pendiri Mega Bintang Tak Setuju

      Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ingin mengganti nama Jl. Diponegoro menjadi Jl, Nagrsapura. Tokoh masyarakat Solo, Mudrick Sangidoe, tak setuju dengan rencana tersebut.

      All New BR-V Weekend Getaway Ajak Konsumen Nikmati Pesona Alam Tawangmangu

      PT Honda Prospect Motor mengapresiasi pemilik mobil Honda BR-V di Soloraya dengan mengajak mereka berjalan-jalan ke Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

      Sempat Digeruduk Massa, Tahap Awal Pilkades Kembangkuning Boyolali Dipindah

      Penetapan dan pengundian nomor urut Calon Kepala Desa (Cakades) Kembangkuning dipindah ke Kantor Kecamatan Cepogo, Boyolali.