Suasana pameran perumahan Property Expo Semarang. (Bisnis)

Solopos.com, SEMARANG — Pameran Property Expo Semarang ke-2 yang digelar di Mall Ciputra Semarang mencatatkan trend penjualan yang positif. Transaksi di pameran perumahan itu menembus angka Rp15 miliar.

Kegiatan yang dihelat 14 - 25 Februari 2019 itu mencatatkan penjualan 23 unit rumah dengan nilai transaksi mencapai Rp15 miliar. Adapun tipe rumah yang terjual itu pada umumnya berada di bawah harga Rp1 miliar.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K. Hidayat, mengatakan pada pameran kali ini diperkirakan mencapai 40 unit rumah, namun yang telah dilaporkan baru 23 unit. "Ini banyak yang belum laporan dari 11 peserta pameran, baru enam yang melaporkan. Kemungkinan kalau sudah laporan semua bisa mencapai 40 unit rumah," ujar Dibya, Selasa (26/2/2019).

Dia menyebutkan, penjualan yang baik di tahun 2019 ini dipengaruhi pembelian yang sempat tertunda di tahun 2018 lalu. Kendati demikian, lanjutnya pembelian rumah sebenarnya jangan sampai ditunda-tunda mengingat harga yang terus mengalami kenaikan.

Dia lalu mencontohkan, dari survei yang ada di Jakarta mencari tipe rumah tapak (landed house) sangat susah karena keterbatasan lahan. Kalau ada harga tentu akan sangat mahal.

"Sekarang kalau lihat survei, di Jakarta yang milenial-milenial tidak akan bisa beli landed house. Mereka terpaksa tinggal di apartemen karena harga rumah tipe landed tak terjangkau. Di Semarang akan terjadi seperti itu juga, harga rumah yang landed terlalu tinggi, sehingga jangan ditunda-tunda kalau beli rumah," katanya.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten