Wow! Komunitas Sedekah Sampah Indonesia Hargai Jelantah dengan Emas

Ketua Komunitas Sedekah Sampah Indonesia, Danang Widyatmoko, menunjukkan emas murni yang disiapkan untuk ditukar dengan jelantah di gudang komunitas, Dukuh Krajan, Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Jumat (28/1/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

 Ketua Komunitas Sedekah Sampah Indonesia, Danang Widyatmoko, menunjukkan emas murni yang disiapkan untuk ditukar dengan jelantah di gudang komunitas, Dukuh Krajan, Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Jumat (28/1/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Ketua Komunitas Sedekah Sampah Indonesia, Danang Widyatmoko, menunjukkan emas murni yang disiapkan untuk ditukar dengan jelantah di gudang komunitas, Dukuh Krajan, Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Jumat (28/1/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Komunitas Sedekah Sampah Indonesia membuka donasi jelantah yang bisa ditukar dengan emas. Hal itu dilakukan komunitas sebagai salah cara untuk menjaga lingkungan dari potensi pencemaran.

Komunitas tersebut digawangi sekelompok anak muda dengan sekretariat di Dukuh Krajan, Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah. Aktivitas mengumpulkan sedekah sampah layak jual dan layak manfaat sudah dilakukan komunitas sejak 2019. Sampah-sampah yang mereka kumpulkan serta diolah lagi di antaranya sampah anorganik, baju bekas, hingga jelantah.

PromosiLangka di China, Akar Tunjuk Langit asal Jawa Tengah Diekspor ke Taiwan

Jelantah diolah menjadi sabun pel, lilin, hingga didistribusikan untuk pengolahan biodiesel. Hasil penjualan sampah selanjutnya disedekahkan dalam bentuk lain serta membiayai operasional komunitas. Sementara, baju bekas mereka distribusikan ke pondok pesantren.

Baca Juga: Berawal dari Nongkrong, Anak Muda Jomboran Klaten Bikin Sedekah Sampah

Ketua Komunitas Sedekah Sampah Indonesia, Danang Widyatmoko, menjelaskan selama ini jelantah diperoleh komunitas dari sumbangan warga di sekitar Jomboran serta warung. Ide mengumpulkan jelantah itu dimaksudkan agar tak dibuang sembarangan.

“Kami punya program bagaimana agar jelantah itu tidak dibuang ke sungai, selokan, dan lingkungan lainnya. Selama ini jelantah jarang diolah lagi. Dikit-dikit dibuang ke selokan,” kata Danang saat ditemui di Desa Jomboran, Jumat (28/1/2022).

Sebelum pandemi, komunitas bisa mengumpulkan 100 liter jelantah per bulan. Ada warga yang menberikan secara cuma-cuma, ada pula yang memilih untuk ditukarkan dalam bentuk lain seperti sembako. “Ada yang ditukar dengan sembako seperti gula, garam, sabun cuci piring, serta ada yang ditukar dengan pulsa,” kata Danang.

Baca Juga: Cemari Saluran Irigasi, Pemilik Home Industri Klaten Jadi Tersangka

Sampah yang ingin didonasikan termasuk jelantah dijemput pengelola komunitas tersebut. Biasanya, mereka mengambil jelantah pada Minggu.

Saat pandemi Covid-19 melanda, pengumpulan sedekah jelantah seret. Dalam setahun, komunitas hanya bisa mengumpulkan sekitar 30 liter jelantah. Danang tak tahu pasti penyebab merosotnya jelantah yang terkumpul.

Selain faktor aktivitas pengambilan yang terhambat pemberlakuan pembatasan, kondisi itu dimungkinkan lantaran faktor tak banyak pedagang warung yang berjualan hingga produksi jelantah berkurang ketika kasus Covid-19 meninggi beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Saluran Irigasi di Wonosari Klaten Memerah, Polisi Tunggu Hasil Lab

Guna meningkatkan kembali minat warga bersedekah sampah rumah tangga mereka, komunitas menggulirkan ide sedekah jelantah ditukar emas. Ketentuannya, 10 liter jelantah bisa ditukar dengan 0,025 gram emas murni. Sementara, 20 liter jelantah bisa ditukar dengan 0,05 gram emas murni.

Ide tersebut lantas diumumkan melalui media sosial sejak Kamis (27/1/2022). Sejumlah warga terpantik untuk mendonasikan jelantah produksi rumah tangga mereka yang ternyata bisa menghasilkan emas jika dikelola dengan baik tanpa harus mencemari lingkungan.

“Saat ini ada lima orang yang sudah menghubungi dan mau menyedekahkan jelantah. Akhir pekan ini kami ambil. Ada dua orang yang mau sedekah jelantah masing-masing 18 liter,” jelas Danang.

Baca Juga: Jos! Petani Milenial Bono Klaten Sulap Limbah Baglog Jadi Pupuk Organik

 

Ajak Bersedekah

Danang  menjelaskan jelantah yang ingin disumbangkan warga akan dijemput komunitas. Mereka biasanya melakukan kegiatan pengambilan sampah saban Minggu.

Soal nilai nominal emas murni yang disiapkan, Danang menjelaskan 0,025 gram emas murni setara Rp40.000. Sementara, nilai tukar jelantah per liter sekitar Rp6.000 atau Rp60.000 untuk nilai tukar 10 liter jelantah.

Danang menjelaskan ada selisih Rp20.000 antara nilai jual dan nilai tukar. Selisih tersebut nantinya digunakan untuk kegiatan sosial lainnya. Alhasil, selain mengajak peduli lingkungan, komunitas tersebut mengajak para donatur untuk bersedekah.

Baca Juga: Parah, Kandungan Bakteri Coliform di Rawa Jombor Klaten Melebihi Ambang Batas

“Insya Allah kegiatan ini akan terus berlanjut. Kalau ada yang ingin jelantah ditukar dengan sembako, kami juga siapkan,” ungkap Danang.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

+ PLUS Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

Gelombang panas ekstrim menghantam India dan Pakistan dengan cuaca bertemperatur tinggi hingga 50 derajat celcius yang membuat aspal meleleh dan diprediksi bakal lebih buruk akibat krisis iklim.

Berita Terkini

Pandemi Covid-19! Penangkar Jalak di Bayat Klaten Tetap Untung

Peternak jalak di Kampung Jalak, Dukuh Nglebak, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, masih merasakan keuntungan di tengah pandemi Covid019.

PPPK Klaten Geruduk BKPSDM Klaten PascaPeroleh SK, Ada Apa?

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang pekan lalu baru menerima surat keputusan (SK) menggeruduk Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Klaten, Rabu (25/5/2022).

Gibran Dan Menhub Jajal KRL Solo Balapan-Palur, Sudah Siap Beroperasi?

Menhub Budi Karya Sumadi dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjajal jalur KRL Solo Balapan-Palur, Kamis (26/5/2022).

PMK Belum Pengaruhi Harga Daging Sapi di Wonogiri, Benarkah?

Merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) dinilai belum mempengaruhi harga daging sapi di Wonogiri.

PMK Mulai Serang Sapi Lokal Wonogiri, Ini Persebarannya?

Sebanyak lima ekor sapi lokal di Wonogiri mulai terserang penyakit mulut dan kuku (PMK), Selasa (24/5/2022).

Serangan Jantung, Warga Karanganyar Meninggal di Pertapaan Pringgodani

Seorang pengunjung kawasan wisata religi pertapaan Pringgodani di Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Boyolali Hari Ini: 26 Mei 2015, Dirazia! Anak Punk Pamer Tato Doraemon

Tujuh tahun lalu, tepatnya 26 Mei 2015, Polres Boyolali menangkap enam anak punk lewat operasi cipta kondisi di sepanjang Jalan Raya Ampel sampai Sunggingan Boyolali Kota.

PMK & Penutupan Pasar Hewan Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi Sukoharjo

Harga daging sapi di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo tidak terpengaruh dengan merebaknya wabah PMK di beberapa daerah Soloraya maupun penutupan Pasar Hewan Bekonang.

Kisah 43 Calhaj Purwantoro ke Tanah Suci Berkat Program Talangan Haji

Di tahun 2022, Kecamatan Purwantoro memberangkatkan calon haji (calha) terbanyak se-Wonogiri, yakni mencapai 43 orang.

Ganjar Pranowo Ikuti Blusukan Jokowi di Solo, Terpisah Dari Rombongan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut blusukan Presiden Jokowi ke sejumlah lokasi di Solo namun memisahkan diri dari rombongan.

Menikahi Adik Jokowi, Segini Harta Kekayaan Ketua MK Anwar Usman

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman tengah menjadi sorotan seusai resmi menikah dengan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Idayati pada Kamis (26/5/2022) di Solo.

Pedagang Sapi Wonogiri Ini Ketakutan saat Didatangi Polisi, Kenapa?

Pedagang sapi di Wonogiri mengaku tertekan dengan kehadiran aparat polisi saat proses pemeriksaan kesehatan yang diselenggarkan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) ternak di pasar hewan.

Pemain Srimulat Hil Yang Mustahal Kunjungi Griya Solopos, Ngapain Aja?

Sejumlah pemain film Srimulat: Hil Yang Mustahal mengunjungi Griya Solopos dalam rangkaian tur mereka di Solo, Kamis (26/5/2022).

Bukan Kaus, Jokowi Bagikan BLT Minyak Goreng di Pasar Mojosongo Solo

Presiden Joko Widodo membagikan bantuan modal usaha dan BLT minyak goreng kepada masyarakat saat berkunjung ke Pasar Mojosongo Solo pada Kamis (26/5/2022).

Kenaikan Isa Almasih, Begini Suasana di Gua Maria Marganingsih Bayat

Umat Katolik melaksanakan ziarah dan doa bersama di Gua Maria Marganingsih, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Kamis (26/5/2022).