Wow, Investasi Masuk ke Kabupaten Madiun Naik 3.000%
Pembangunan underpass jalan tol Solo-Kertosono di Balerejo, Madiun, Kamis (10/12/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)

Jumlah investasi masuk ke Kabupaten Madiun hingga akhir 2017 naik berlipat ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Solopos.com, MADIUN -- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Madiun mencatat nilai investasi yang masuk ke wilayah setempat naik signifikan hingga mencapai triliunan rupiah.

Nilai investasi yang masuk ke wilayah setempat hingga akhir tahun 2017 telah menembus angka Rp2,4 triliun. Jumlah itu meningkat pesat dari tahun-tahun sebelumnya yang nilai investasinya hanya mencapai Rp68 miliar.

"Saat ini investasi yang masuk ke Kabupaten Madiun sudah naik 3.000 persen. Ini capaian yang luar biasa dan berdampak pada pengurangan pengangguran di Kabupaten Madiun," ujar Bupati Madiun Muhtarom, di Madiun, Rabu (28/2/2018).

Dia menambahkan lonjakan peningkatan nilai investasi dipengaruhi oleh berbagai terobosan dan promosi yang dilakukan oleh Pemkab Madiun, dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Madiun.

"Selain itu, keberadaan jalan Tol Solo-Kertosono ruas Ngawi-Kertosono di wilayah Kabupaten Madiun juga ikut menjadi faktor penarik," katanya.

Adapun nilai sebesar Rp2,4 triliun tersebut di antaranya disumbang dari investasi yang dilakukan oleh PT Ngawi Kertosono Jaya selaku anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) yang menjadi pemegang proyek jalan Tol Solo-Kertosono ruas Ngawi-Kertosono di wilayah Kabupaten Madiun dengan total investasi sebesar Rp2,1 triliun.

Kemudian investasi PT Samiplas sebesar Rp43 miliar, PT Inka Multi Solusion (IMS) selaku anak perusahaan PT INKA (Persero) dengan nilai Rp40 miliar, PT Global Wai sebesar Rp30 miliar, dan investor dari sejumlah pengusaha besar lainya.

Muhtarom menilai semakin banyak investor masuk ke Kabupaten Madiun akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi setempat.

"Juga berimbas kepada penyerapan tenaga kerja sebab para investor harus bersedia mengambil tenaga kerja dari daerah Madiun sebagai upaya mengurangi pengangguran dan kemiskinan," tuturnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom