Tutup Iklan
Wow, Asosiasi Pengemudi Ojek Online bakal Bikin Startup, Apa Itu?
Ilustrasi aplikasi (Jafar Sodiq/Solopos)

Solopos.com, JAKARTA -- Tak mau kalah dengan aplikatornya, asosiasi pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) akan membuat startup.

Startup yang menyediakan aplikasi penyokong aktivitas driver ojek online itu bernama Garda Digital. Aplikasi ini lahir untuk menghadapi kenormalan baru atau new normal.

Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono, mengatakan aplikasi ini bernama Garga Digital yang akan meluncur sebagai startup baru. Aplikasi tersebut fokus menyediakan kebutuhan pengemudi ojek online.

Bocah Weru Tersesat di Solo Ternyata Gegara Ditinggal Teman Saat Gowes

"Garda Digital akan diluncurkan pada 27 Juni 2020 dengan layanan on demand merchant kuliner, bengkel sepeda motor, dan fasilitas outlet pendukung para pengemudi ojol," jelas dia seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (24/6/2020).

Garda Digital tidak terjun pada bisnis on demand ride hailing transportasi berbasis aplikasi online. Tetapi, sebagai bisnis rintisan yang akan memperkuat ekosistem transportasi online on demand dengan menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi para pengemudi ojek online.

Dia menyebut untuk modal awal bisnis rintisannya ini, sudah ada investor nasional yang mau menanamkan modalnya.

Demi Kenyamanan Pelanggan, Astra Motor Jateng Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Aplikasi Tersedia di Playstore

Maklum saja, pengemudi ojek online baik dari Gojek maupun Grab dapat mencapai 3 juta pengemudi. Sehingga, aplikasi layanan untuk pengemudi ojek online jelas bakal dibutuhkan.

"Pendaftaran keanggotaan atau membership dilakukan melalui aplikasi Garda Digital di Playstore, terbuka bagi semua pengemudi ojol maupun masyarakat umum yang membutuhkan fasilitas yang tersedia dalam Garda Digital," paparnya.

'Bojomu Semangatku', Tonton Adegan Viralnya di Sini!

Igun berharap hadirnya Garda Digital akan menjadi bisnis rintisan yang bermanfaat bagi para pengemudi ojek online dan masyarakat yang sudah bergeser menggunakan fasilitas aplikasi pemesanan dan fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas.

Upaya ini juga sebagai bentuk jawaban dari mitra pengemudi untuk dapat berdikari di tengah pandemi yang membuat Gojek dan Grab memangkas karyawan.

Di sisi lain, fasilitas yang disediakan dalam aplikasi ini guna membantu mengurangi potensi penularan Covid-19 di antara para pengemudi. Hal itu karena aplikasi membantu memenuhi kebutuhan driver ojek online tanpa perlu berinteraksi langsung.

Pemohon Rapid Test Mandiri di Sukoharjo Didominasi Pekerja, Berapa Biayanya?


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho