Kepiting Lada Hitam (JIBI/SOLOPOS/Ahmad Hartanto)

Kepiting Asam Manis (JIBI/SOLOPOS/Ahmad Hartanto)
(Solopos.com) - Kepiting sangat beraneka ragam, kaya rasa dan kaya cara penyajiannya. Di Kota Solo, sangat mudah menemukan tempat makan yang menyajikan aneka hidangan kepiting.

Seperti di rumah makan Raja Kepiting di Jl RM Said, tersedia puluhan varian masakan kepiting. Semua selera lidah bisa dimanjakan, mulai dari pedas, superpedas, hingga yang rasa manis. Menurut pemilik Raja Kepiting, Andreas Tjahjono, pilihannya mengkhususkan kuliner kepiting karena keistimewaan mulai cita rasa kepiting, pangsa pasar yang menjanjikan, juga sisi estetika yang mempercantik penampilan saat di depan pelanggan. “Memang untuk seafood kepiting lebih mahal ya, biasanya untuk menengah ke atas. Makanya, ini kuliner yang sangat istimewa,” kata Andreas saat ditemui di restonya.

Mengonsumsi kepiting sangat baik untuk kesehatan karena berprotein tinggi dan rendah lemak. Salah satu cirinya yaitu saat dimasak, cangkang berubah warna menjadi kemerahan. Sebagian yang lain percaya, makan kepiting bisa meningkatkan stamina tubuh. Sehingga, kepiting ini cocok untuk orang yang butuh pemulihan kondisi tubuh serta orang yang baru sembuh dari sakit. Kandungan mineral dan omega dalam kepiting juga bagus dikonsumsi ibu hamil untuk membantu perkembangan janin.

Ada beragam jenis menu. Bagi yang suka pedas dan siap bibirnya merah, ada menu di antaranya kepiting saus padang, kepiting asam pedas dan kepiting saus rujak. Yang tidak suka pedas bisa menikmati kepiting asam manis atau kepiting saus taoco, kepiting saus mentega. “Kesan seafood, biasanya pedas tapi tidak di sini. Yang tidak suka pedas pun tetap bisa menikmatinya,” ujar dia.

Kepiting saus rujak dengan melimpahnya saus merah yang menantang untuk segera dicicipi. Kepiting yang sudah diolah, ditimbun dengan beragam potongan buah segar seperti bengkuang, nanas, wortel dan beragam sayuran segar lain. Penampilan dan cita rasa memang patut diacungi jempol.

Kepiting Lada Hitam (JIBI/SOLOPOS/Ahmad Hartanto)
Solo memang bukan kota pesisir seperti halnya Lamongan atau Semarang. Namun dalam urusan kuliner, seafood di tangan orang Solo sama menjanjikan kenikmatan lidah. Terbukti, sejumlah warung makan baik berupa restoran atau pedagang kaki lima (PKL) tak sepi memanjakan selera konsumen dengan masakan kepiting. Lihat saja, Raja Kepiting yang mulai buka pukul 10.00 hingga 22.30 WIB ini menghabiskan rata-rata 30 kilogram kepiting per hari. Ini belum termasuk Sabtu malam atau hari libur dan hari raya.

Sedang tempat makan Seafood Lamongan di depan SMA Regina Pacis Jl Adisucipto, tiap malam mampu menghabiskan lima hingga delapan kilogram kepiting. Salah satu karyawan Seafood Lamongan, Heri, mengatakan jenis masakannya tidak berbeda dengan tempat lain, seperti kepiting saus padang, saus tiram, asam pedas, asam manis. Namun yang membedakan yaitu bumbunya. Usaha PKL yang sudah berdiri 15 tahun ini memiliki kekhasan karena berasal langsung dari pusat masakan seafood, Lamongan. “Tentu ada bumbu spesial yang bikin orang datang lagi dan lagi,” katanya.

Seafood Lamongan ini juga menyediakan sambal terasi yang bakal mengantarkan penikmat seafood ke level pedas yang lebih tinggi. Daging gurih akan makin nikmat saat dicocol dengan sambal terasi. Khas masakan laut kian terasa karena terasinya.

Hotel-hotel juga menyediakan menu spesial. Di Lorin Hotel, ada kepiting ungkep cukup pedas. Kepiting beserta bumbu dibungkus menggunakan aluminium foil kemudian dipanggang atau dioven selama kurang lebih 15 menit. “Dengan cara ini, aroma bumbu dan daging kepiting yang harum tidak hilang menguap. Rasanya tentu lebih kuat,” kata Executive Chef Hotel Lorin, Boedi Prasetyo, Kamis (17/11). Selain itu, daging dapat merata hingga ke dalam, tekstur daging juga tidak rusak dan terkoyak seperti cara digoreng atau direbus.

Ahmad Hartanto


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten